Dalam dunia investasi, ada dikenal yg namanya produk "derivatif", atau yg bahasa sehari-harinya bisa dikatakan sebagai "turunan". Contohnya Credit Default Swap (CDS) adalah produk "turunan" dari Obligasi. Dalam hal ini, saya sering menyebut Obligasi sebagai produk "induk". Lalu pertanyaannya adalah options itu "turunan" dari apa? Apa produk "induk"-nya?
Options itu sendiri merupakan instrumen yg sangat "umum" dan bisa ditemui di berbagai bidang, shg produk "induk"-nya pun bermacam-macam. Contohnya saja, ada options utk komoditas, ada options utk properti, ada options utk saham. Secara umum, options-options ini mempunyai karakteristik yg sama, tetapi utk bahasan kali ini, kita akan fokuskan kepada options utk saham.
Yang pertama-tama harus kita ketahui adalah bahwa ada dua jenis options, yaitu option CALL dan option PUT.
Option CALL adalah suatu kontrak antara penjual options dan pembeli options, yg memberikan kepada si pembeli options HAK utk MEMBELI saham X dari si penjual option dengan harga Y selama jangka waktu tertentu. Secara kasar, harga CALL options akan bergerak searah dengan harga saham X tersebut (jika saham X naik, harga CALL optionsnya juga cenderung akan naik).
Option PUT adalah suatu kontrak antara penjual options dan pembeli options, yg memberikan kepada si pembeli options HAK utk MENJUAL saham X kepada si penjual option dengan harga Y selama jangka waktu tertentu. Secara kasar, harga PUT options akan bergerak berlawanan arah dengan harga saham X (jika saham X turun, harga PUT optionsnya akan cenderung naik)
Beberapa hal yg perlu diketahui/diingat di sini:
* Harga Y di atas, umumnya disebut sebagai Strike Price. Harga option itu sendiri disebut Option Price.
* Sang pembeli options hanya diberikan HAK dan TIDAK terikat KEWAJIBAN apapun.
* Options hanya berlaku utk masa jangka waktu tertentu. Setelah masa itu lewat, options tersebut dikatakan Expired/Kadaluarsa.
* Pembeli option bukanlah pemilik saham, dia baru akan menjadi pemilik saham bila hak yg terkait dgn option itu digunakan (istilahnya :Exercised). Oleh karena itu, dia tidak akan menikmati "hak-hak" pemegang saham, spt dividen, hak suara, dll.
* Utk bursa saham amerika, 1 unit options memberikan hak utk membeli/menjual (tergantung tipe option call/put) saham sebanyak 100 lembar.
-------
Sekarang mari kita lihat ilustrasi sederhana "cara kerja" option :
Misalkan harga saham Google saat ini adalah $500. Di bursa, ditawarkan Call Options utk saham GOOG (Google), dengan detail : GOOG Jan 209 CALL 500. Artinya, pembeli options tersebut memiliki HAK utk membeli saham Google dari sang penjual options, dengan strike price (harga) $500/lembar saham GOOG. HAK ini berlaku hingga bulan Januari 2009 (utk bursa saham Amerika, expiry adalah hari Jum'at ke-3 utk bulan itu).
Anggaplah misalnya harga CALL option di atas adalah $20 dan kita membeli 1 unit option itu, artinya uang yg kita keluarkan adalah 100x$20=$2000.
Misalkan saja 1 bulan setelah kita beli, harga saham Google naik hingga ke $700. Padahal options yg kita miliki itu memberikan kepada kita hak utk membeli saham GOOG seharga $500. Saat itu kita ada pilihan :
Menjual option tersebut kepada orang lain. Di saat itu, harga option tersebut akan sudah naik jauh, misalnya saja sudah menjadi $220. Maka 1 unit option itu bisa kita jual dengan harga $220x100=$22000, dan kita mendapatkan keuntungan sebesar $22000-$2000=$20000
Menggunakan hak itu (exercise the option) dan membeli saham GOOG sebanyak 100 lembar dgn harga $500/lbr, dan langsung kita jual di pasar seharga $700/lbr sehingga kita menikmati keuntungan sebesar $20.000 minus $2000 (modal kita), alias kita mendapat keuntungan sebesar $18.000. (NOTE: Pilihan ini biasanya tidak akan dipakai karena jika option kita exercise sebelum jatuh tempo, maka nilai Time Value dari option tersebut akan "hangus". Ini akan saya jelaskan di kemudian hari dalam artikel yg lengkap ttg options)
Tentu saja skenario di atas akan berbeda jika misalnya sampai dengan Januari 2009, harga saham GOOG malah di bawah $500, misalnya $400. Jika itu terjadi options yg kita miliki itu tidak akan ada nilainya sama sekali. (Tidak ada orang waras yg mau membeli saham itu dengan harga $500, padahal harga pasaran hanya $400). Dengan demikian uang $2000 kita yg kita gunakan utk membeli options tersebut hilang sama sekali.
-------
Jika kita analisa karakteristik dari Instrumen options, maka sebenarnya options kurang pantas disebut sebagai investasi. Ada beberapa alasan yg menyebabkan option saham kurang layak disebut "investasi" :
Alasan yg paling utama adalah, bahwa investasi (spt yg diajarkan Graham) bukanlah membeli selembar sertifikat saham, melainkan kita membeli bisnis/usaha yang ada di belakang saham itu. Orang yg membeli selembar saham, berharap agar saham itu segera naik dan lalu setelah naik segera dijual. Orang yg membeli bisnis (Investor), ingin ikut menjadi pemilik bisnis itu yg menurut dia adalah bisnis yg bagus.
Karakteristik dari options itu sendiri mengarah ke praktek "membeli selembar saham" dan bukan kepada "membeli bisnis" di belakang saham itu. Seorang pembeli option CALL misalnya, berharap bahwa harga saham itu segera naik sehingga harga optionnya juga akan naik agar dia bisa menjual kembali options itu dan mendapat untung.
Alasan yg kedua, adalah bahwa investasi itu bersifat Long Term. Graham bahkan secara ekstrim mengatakan bahwa bahkan jika bursa saham ditutup selamanya pun, seorang investor tidak akan merasa cemas sama sekali. Seperti kita lihat di atas, option hanya berlaku hingga waktu tertentu, setelah itu akan kadaluarsa. Options saham yg paling panjang masa jatuh temponya hanyalah 2-3 tahun, itu pun hanya ada utk saham-saham tertentu. Bayangkan bagaimana perasaan seorang pembeli options jika besok bursa saham ditutup, misalnya karena perang, 4 tahun saja....
(NOTE: Ada beberapa strategi options yg justru berharap harga sahamnya tidak bergerak, sehingga jika bursa saham ditutup misalnya, mungkin pelaku strategi ini malah akan senang Tetapi di sini kita berbicara ttg options secara umum saja).
Alasan yg ketiga, bahkan jika kita telah melakukan analisa yg mendalam sekalipun, dan kita yakin bahwa saham suatu perusahaan sudah terlalu murah (undervalued), kita tidak akan bisa tahu kapan Mr. Market akan kembali "waras" sehingga harga saham itu akan naik hingga ke tingkat yg "wajar". Bayangkan jika kita membeli options suatu perusahaan yg anda tahu persis harga sahamnya sudah sangat murah sekali. Tetapi Mr. Market tetap saja "tidak waras", dan justru setelah options kita kadaluarsa, harga saham baru melejit naik.
Intinya? Dengan analisa yg mendalam, kita mungkin bisa mengetahui bahwa saham suatu perusahaan terlalu murah dan karena itu kemungkinan besar di kemudian hari akan naik, tetapi bahkan jika analisa kita benar pun, kita tidak akan bisa tahu KAPAN harga saham itu akan naik. Dengan option, kita sebenarnya bespekulasi bahwa analisa kita akan terbukti benar sebelum option itu kadaluarsa.
-----------
Sebagai catatan tambahan, options itu sendiri sebenarnya bisa digunakan utk beberapa hal, misalnya sebagai semacam "asuransi" utk antisipasi jika harga saham yg telah kita miliki turun (dengan cara membeli PUT option), atau juga menambah "pendapatan" dari saham kita (dengan strategi Covered Call Writing). Tetapi, boleh dikatakan porsi terbesar dari transakasi options di bursa didominasi oleh aktifitas spekulasi para pelaku pasar, dimana sebagian besar dari mereka ini tidak sadar bahwa mereka itu berspekulasi dan bukan berinvestasi.
Terlepas dari pendapat saya diatas, jika memang tujuan kita adalah utk spekulasi, maka options ini merupakan pilihan yg cukup menarik karena memberikan kemungkinan utk mendapatkan tingkat keuntungan yg sangat besar. Tentunya harus diingat bahwa ini juga disertai dengan tingkat resiko yg sangat tinggi pula.
Investasi menjanjikan kaya pasti.. kalau option adalah spekulasi yang menjanjikan kaya cepat tetapi karena kaya cepat, maka resiko yang ditanggung juga besar, maka saya menyarankan anda yang belum bisa, "menyerahkan ke tangan profesional" sambil belajar demo account...
kami menyarankan anda join dengan kami karena bestinvesting bekerja sama dengan salah satu trader profesional akan manage account anda dan menjadikan anda lebih kaya...
Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .
"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana ?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana ?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman.."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya. "
Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanya annya lagi.
"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."
Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanya an dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke ¡Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman.
Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?
Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.
__________________
banyak orang kagum dengan investasi yang satu ini... katanya resikonya kecil... dan keuntungannya tidak terbatas....
Option.. instrumen investasi yang paling banyak seminarnya...
katanya paling aman...
seperti apa option itu?
baiklah sekarang saya akan jelaskan kepada rekan2 sekalian... :)
langkah demi langkah sampai rekan2 dapat gambaran besarnya sehingga rekan2 kurang lebih mengerti sedikit tentang apa itu option trading....
option = asuransi... asuransi saham...
apa maksudnya? kalau anda, sekaligus anda membeli optionnya maka kalau saham itu turun... maka option anda akan mengganti kerugian saham anda, kenapa? karena option adalah asuransi.... resikonya?
sebaliknya kalau saham itu baik2 saja maka anda akan kehilangan premi option anda(premi asuransi)
contoh di dunia nyata...
misalkan anda membeli rumah sekaligus asuransinya.. maka kalau rumah itu kebakaran... anda bisa mengklaim asiransinya... maka asuransi itu akan mengganti kerugian rumah anda.. sebaliknya kalau lewat masa berlakunya maka asuransi anda tidak terpakai dan anda akan kehilangan premi asuransi...
just like option
jadi option = asuransinya saham....
bila merasa kesepian
baiklah.. sekarang saya akan memberikan kiat hemat yang betul terasa manfaatnya...
dengan memakai penghemat BBM...
saya sendiri sudah pakai dan luar biasa, dulu, sebelum BBM naik, uang bensin saya sekitar 1,5 juta perbulan, sekarang setelah BM naik, uang bensin saya bukannya naik, malah menyusut menjadi sekitar 1,2 jt perbulan... apa rahasianya?
buka saja disini
di saat harga BBM melambung tinggi, hanya ada 2 solusi untuk hal ini menghemat, dan meningkatkan penghasilan..
meningkatkan penghasilan bisa dengan investasi, maupun usaha sampingan, saya sudah bahas ini sebelumnya. baiklah sekarang saya akan membahas tips dan trik menyetir yang hemat...
Di Majalah Auto Bild Edisi 132 ada 4 tips untuk menjadikan mobil yang kita naiki tetap hemat, dan semua tips ini tanpa menambah biaya alias 100% GRATIS!!
Gimana? Siap??
1. Memanaskan Mesin
Menjalankan mobil tanpa memanaskan sama sekali sama saja memboroskan BBM karena pembakaran belum ideal. Sebaliknya, memanaskan terlalu lama juga berarti membuang bensin sia-sia. Mobil-mobil modern hanya membutuhkan 30 detik sampai 1 menit sebelum dijalankan.
2. Menjaga Putaran Mesin
Kita semua tahu putaran mesin terlalu tinggi memboroskan BBM. Tapi tahukah anda, putaran yang terlalu rendah juga demikian. Paling ideal, saat berjalan normal selalu tempatkan putaran mesin antara 2000-3500 rpm. Di sinilah terdapat paduan konsumsi BBM dan tenaga optimal.
3. Engine Braking
Di pasaran sekarang, 99% mobil menggunakan sistem injeksi elektronik. Makanya cara penghematan ini paling tepat dilakukan. Biasakan melakukan engine braking saat memperlambat kendaraan. Caranya, lepas gas tanpa memasukkan gigi ke netral terlebih dulu. Cara ini akan menghentikan total suplai bensin ke mesin. Berbeda jika transmisi dimasukkan ke netral, bensin masih disuplai untuk menjaga mesin tetap hidup.
4. Menjaga Kecepatan Konstan
Pengereman dan akselerasi mendadak selalu membutuhkan energi besar. Dan di mobil, sumber energi utama adalah bahan bakar. Usahakan menyetir konstan tanpa menginjak gas atau rem mendadak. Membelokkan kemudi dengan lembut juga memberikan kontribusi penghematan BBM, ketimbang membanting setir mendadak yang akan menurunkan kecepatan secara drastis
Ingat teman-teman, dengan berhemat BBM maka kita juga mengurangi dampak dari Global Warming.
GO GREEN FRIENDS!!
Bersambung
Usaha Sendiri, Mengapa Tidak?
Pernahkah anda mendengar istilah "Be Your Own Boss"? Jika anda ingin membuka usaha sendiri, istilah ini sangat tepat. Namun tidaklah mudah memulai sebuah usaha, anda akan menghadapi berbagai kondisi yang tidak pernah dialami ketika anda menjadi seorang karyawan. Agar berhasil memulai usaha, cobalah melakukan beberapa hal berikut ini:
Anggap diri anda ahli
Jika anda ingin memulai usaha sendiri, contoh sebagai konsultan, anda harus berpikir bahwa anda adalah ahli di bidang yang anda geluti. Tidak ada klien yang akan membutuhkan keahlian anda jika anda tidak mempunyai sesuatu kan? Pastikan bahwa anda dapat menonjolkan potensi, usaha keras, dan terus belajar.
Seorang klien hanya memedulikan kemampuan anda. Mereka menginginkan anda bisa memberi jasa sesuai dana yang diminta, tepat waktu dan sesuai yang diinginkan. Sangatlah penting bagi klien untuk memahami proses kerja dan strategi anda sehingga mereka yakin andalah yang mereka butuhkan.
Tetap jalin networking anda
Di saat memulai usaha, sebaiknya anda mempunyai networking yang cukup luas. Seseorang pengusaha yang mengenal dan dikenal banyak orang, akan memberi kesan baik dan positif. Jika anda diundang ke suatu jamuan makan, gunakan kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan banyak orang, agar mendapat kenalan baru, dan jaga hubungan dengan kenalan lama agar tetap terjalin dengan baik.
Tunjukkan kekuatan anda
Orang-orang yang menjalankan usaha sendiri cenderung ingin mendapatkan bimbingan dan tentunya ide. Jika anda punya kesempatan menjadi pembicara dalam suatu seminar, menulis sebuah artikel, atau diminta menjadi penasehat dalam suatu event, jangan ragu! Berdasarkan pengalaman, jika anda menyampaikan sesuatu secara penuh keyakinan, maka orang cenderung ingin mendengarkan lebih banyak lagi.
Bersikap sebagai pemenang
Pemenang adalah orang yang cukup sukses di bidangnya dan bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Peluang bisnis bisa datang sewaktu-waktu. Bahkan saat minum kopi di kafe atau makan siang, anda bisa mengupayakan dan mencari peluang bisnis.
Tak perlu ragu
Sebagai orang yang memulai bisnis sendiri, pastinya anda khawatir apakah usaha anda akan berhasil atau tidak. Ketika anda masih menjadi pegawai, anda pasti hanya mengerjakan pekerjaan yang anda kuasai. Tetapi jika anda memulai bisnis sendiri, anda tidak bisa mengerjakan hal yang dikuasai saja, anda harus bisa mengembangkan diri dan menambah skill. Rasa cemas dan ragu pasti muncul, tapi anda harus mengatasinya demi kemajuan usaha.
Hargai bakat Anda
Anda mungkin bukan sarjana ekonomi, namun tak perlu merasa rendah diri. Jika anda memiliki keberanian untuk membuka usaha sendiri, itu dikarenakan anda memiliki sesuatu yang belum tentu dimiliki banyak orang. Jadi, hargai bakat anda.
Siap membuka usaha sendiri?
Potret Jiwa Para Jutawan
Mari melihat secara singkat sejumlah karakteristik para penabung hebat, tipikal seorang jutawan. Latihan ini bukan bertujuan untuk mengakumulasi kekayaan yang bisa disimpan di dunia ini, ini bertujuan untuk menemukan sejumlah teknik sukses yang diberikan orang lain yang seharusnya berguna bagi anda dalam meraih tujuan anda untuk menabung.
Tom Stanley dan William D. Danko menghabiskan lebih dari 20 tahun mewawancarai ribuan jutawan berkenaan dengan kebiasaan gaya hidup mereka dan kemudian menulis satu buku berjudul The Millionaire Next Door. Mereka mengusir mitos bahwa tipikal seorang jutawan adalah mereka yang mengendarai mobil mewah atau Rolls Royce, tinggal dalam villa berharga milyaran, memakai jam tangan Rolex dan mengenakan adi busana mahal. Tipikal jutawan dan milyarder lebih seperti mereka yang mau mengendarai mobil bekas keluaran General Motor, tinggal di rumah dengan harga rata-rata, mengenakan jam tangan biasa, dan membeli busana yang biasa saja - bahkan mungkin busana mereka telah kena diskon.
Karakteristik tunggal terbesar dari milyader perlihatkan adalah kehidupan dalam nilai-nilai mereka. Mereka adalah penabung yang hebat, bukan pembelanja yang hebat. Tipikal jutawan adalah sederhana dan menabung atau menginvestasikan sebagian besar pendapatannya. Secara rata-rata, tipikal jutawan menabung dan menginvestasikan 20% dari pengdapatan mereka, berlawanan dengan rata-rata orang (di Amerika) yang hanya menabung kurang dari 5% pendapatan mereka. Mereka bebas hutang dan tidak memiliki barang yang digadaikan atau bahkan hutang mobil.
Kebanyakan jutawan telah membuat keberuntungan mereka sendiri di generasi mereka - mereka bukan kaya karena menang lotere, memenangkan uang lewat game di TV. Banyak dari mereka adalah wiraswasta usaha kecil yang bekerja di "bisnis biasa-biasa saja" seperti penyemprot hama, kontraktor lantai bangunan atau bisnis las/pengelasan barang-barang logam. Kebanyakan jutawan bekerja 45 hingga 55 jam dalam seminggu. Hampir semua hanya menikah sekali dan tetap menikah. Kebanyakan jutawan tidak memiliki nilai akademis yang tinggi dan sepertinya mereka tidak tidak masuk hitungan untuk sukses sewaktu berada di SMA-nya. Hampir semua jutawan adalah diciptakan, tidak menerima warisan dan sedikit bantuan financial dari kerabatnya.
Tipikal milyarder dan jutawan menghabiskan banyak uang bagi pelayanan yang dapat menolong mereka merencanakan keuangan mereka lebih baik lagi seperti perencana perumahan, akuntan, dan pengacara yang punya spesialisasi melindungi bangunan dan kesehatan. Mereka juga berinvestasi di bidang pendidikan. Secara tipikal mereka memiliki broker, namun mereka membuat keputusan investasi sendiri. Tipikal milyarder dan jutawan juga meraih hasil sepanjang waktu melalui disiplin, kerja keras dan focus pada tujuan. Tipikal para jutawan juga tinggal di lingkungan tetangga dimana 75% penduduknya justru bukan orang kaya seperti mereka. Mereka pada prinsipnya bukan orang yang suka menyendiri.
Buku The Millionaire Next Door membuat satu point penting - dua orang dengan pendapatan yang sama, posisi dalam kehidupan yang serupa, tinggal berhadapan satu sama lain, namun dapat berbeda untuk kemampuan : yang pertama melakukan tiga kali pembayaran untuk kehilangan rumahnya, yang lainnya dapat mencukupi kehidupannya secara finasial yang cukup hingga 10 tahun atau lebih tanpa memiliki pendapatan sampingan. Perbedaan antara keduanya adalah cara mereka membelanjakan uang dan kebiasaan menabung.
Usaha Sendiri, Mengapa Tidak? Pernahkah anda mendengar istilah "Be Your Own Boss"? Jika anda ingin membuka usaha sendiri, istilah ini sangat tepat. Namun tidaklah mudah memulai sebuah usaha, anda akan menghadapi berbagai kondisi yang tidak pernah dialami ketika anda menjadi seorang karyawan. Agar berhasil memulai usaha, cobalah melakukan beberapa hal berikut ini:
Anggap diri anda ahli
Jika anda ingin memulai usaha sendiri, contoh sebagai konsultan, anda harus berpikir bahwa anda adalah ahli di bidang yang anda geluti. Tidak ada klien yang akan membutuhkan keahlian anda jika anda tidak mempunyai sesuatu kan? Pastikan bahwa anda dapat menonjolkan potensi, usaha keras, dan terus belajar.
Seorang klien hanya memedulikan kemampuan anda. Mereka menginginkan anda bisa memberi jasa sesuai dana yang diminta, tepat waktu dan sesuai yang diinginkan. Sangatlah penting bagi klien untuk memahami proses kerja dan strategi anda sehingga mereka yakin andalah yang mereka butuhkan.
Tetap jalin networking anda
Di saat memulai usaha, sebaiknya anda mempunyai networking yang cukup luas. Seseorang pengusaha yang mengenal dan dikenal banyak orang, akan memberi kesan baik dan positif. Jika anda diundang ke suatu jamuan makan, gunakan kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan banyak orang, agar mendapat kenalan baru, dan jaga hubungan dengan kenalan lama agar tetap terjalin dengan baik.
Tunjukkan kekuatan anda
Orang-orang yang menjalankan usaha sendiri cenderung ingin mendapatkan bimbingan dan tentunya ide. Jika anda punya kesempatan menjadi pembicara dalam suatu seminar, menulis sebuah artikel, atau diminta menjadi penasehat dalam suatu event, jangan ragu! Berdasarkan pengalaman, jika anda menyampaikan sesuatu secara penuh keyakinan, maka orang cenderung ingin mendengarkan lebih banyak lagi.
Bersikap sebagai pemenang
Pemenang adalah orang yang cukup sukses di bidangnya dan bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Peluang bisnis bisa datang sewaktu-waktu. Bahkan saat minum kopi di kafe atau makan siang, anda bisa mengupayakan dan mencari peluang bisnis.
Tak perlu ragu
Sebagai orang yang memulai bisnis sendiri, pastinya anda khawatir apakah usaha anda akan berhasil atau tidak. Ketika anda masih menjadi pegawai, anda pasti hanya mengerjakan pekerjaan yang anda kuasai. Tetapi jika anda memulai bisnis sendiri, anda tidak bisa mengerjakan hal yang dikuasai saja, anda harus bisa mengembangkan diri dan menambah skill. Rasa cemas dan ragu pasti muncul, tapi anda harus mengatasinya demi kemajuan usaha.
Hargai bakat Anda
Anda mungkin bukan sarjana ekonomi, namun tak perlu merasa rendah diri. Jika anda memiliki keberanian untuk membuka usaha sendiri, itu dikarenakan anda memiliki sesuatu yang belum tentu dimiliki banyak orang. Jadi, hargai bakat anda.
Siap membuka usaha sendiri?
Tidak Ada Alasan untuk Tidak Menabung Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat. Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung. Sebetulnya, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya. Apakah situasi seperti ini cukup akrab di telinga Anda? Atau, apakah Anda juga mengalaminya? Meningkatkan dan Menekan Ketika Anda mendapatkan gaji Anda pada tanggal 25, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk Anda tabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar. Bila Anda melakukan hal itu, maka Anda tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan Anda. Sebagai contoh, penghasilan Anda tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan. Bila Anda merasa jumlah itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu diantara tiga pilihan dibawah ini: 1. Meningkatkan pendapatan Anda. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tapi kembali menjadi Rp 1 juta. Kemana Menabung? Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di bank. Kelebihan tabungan adalah bahwa dana dalam tabungan bisa diambil kapan pun Anda inginkan. Kelemahan tabungan adalah bahwa pada saat ini, umumnya tabungan di bank hanya memberikan bunga yang kecil. Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar, katakan, Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja. Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti Reksa Dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi dimana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu. Jelas, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Kenapa tidak memulainya?
"Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan? Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus..."
"Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu..."
"Saya kan juga perlu beli ini dan itu..."
"Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang..."
Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?
Saya akan beberkan satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu membelanjakan dulu uang Anda sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu?
2. Menekan pengeluaran Anda. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu saja.
3. Melakukan keduanya, yakni meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda malah memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan!
Terserah Anda, mana dari ketiga cara tadi yang hendak Anda pilih. Yang paling penting, Anda harus membiasakan diri untuk menabung. Dalam hal ini, apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.
baiklah, setelah belajar sedikit tentang keuangan selama beberapa waktu, waktunya kita menerapkan artikel- artikel itu...
saat ini saya bisa membantu khusus untuk yang berinvestasi...
jika anda mau memulai investasi, saya akan membantu anda. anda bisa menitipkan investasi anda ke- pialang saya, (bukan saya yang mengelola, ini pialang saya yang mengelola).
investasi ini adalah investasi di bidang option... anda bisa mulai dengan uang yang sangat kecil
khusus untuk anda yang disini, anda bisa mulai dengan uang hanya $100... dengan biaya transfer ke luar negri $3
baiklah... di sebelah kiri atas, ada link ke investasi option, anda bisa klik di sana untuk memulai investasi,
saya pikir, investasi ini sangat penting untuk anda nantinya...
Mencari Penghasilan Tambahan
Kenapa sih Anda perlu penghasilan tambahan? Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya (dan seringkali saya ulang-ulang), bahwa salah satu kunci kesejahteraan keuangan dalam keluarga sebetulnya bukanlah di seberapa besar jumlah penghasilan Anda, tapi bagaimana Anda mengelola penghasilan tersebut. Berapapun besarnya penghasilan dalam keluarga Anda, kalau Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih.
Namun demikian, apakah Anda sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda? Tidak juga. Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda mencapai kesejahteraan. Jadi sekali lagi, penghasilan yang besar tidak menjamin, tetapi hanya membantu. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda bisa menambah sumber penghasilan Anda.
Ada sejumlah cara untuk menambah penghasilan dalam keluarga Anda:
1. Bekerja sebagai karyawan
2. Bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian
3. Menjalankan Usaha Sampingan
4. Berinvestasi
Bekerja Sebagai Karyawan
Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Anda bisa bekerja sebagai seorang sekretaris, karyawan bagian pembukuan, administrasi, atau apa pun itu. Yang penting, Anda mendapatkan gaji. Jadi kalau pada saat ini Anda yang wanita tidak bekerja dan hanya suami Anda yang bekerja (sebagai karyawan juga misalnya), maka dengan sekarang Anda juga bekerja sebagai karyawan, maka akan ada dua gaji dalam keluarga Anda.
Atau, kalau misalnya pada saat ini Anda sudah bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin Anda bisa menjadi karyawan juga di tempat lain. Jadi Anda mendapatkan dua gaji. Seorang teman saya bekerja di sebuah perusahaan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sedangkan malamnya dia juga bekerja di sebuah restoran dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Dia mendapatkan dua gaji dalam sebulan.
Apa sih kelebihan dan kekurangannya dengan bekerja sebagai karyawan? Yang jelas, bekerja sebagai karyawan memang enak, karena Anda tinggal datang, bekerja, dan pada akhir bulan mendapatkan gaji. Anda cuma perlu menuruti aturan jam kerjanya saja. Kekurangannya, tentu saja, bahwa kalau Anda tidak bekerja, Anda tidak akan mendapatkan gaji. Sederhana sekali. Itulah sebabnya banyak orang yang sudah berusia 50 - 60 tahun tetapi masih tetap bekerja sebagai karyawan karena takut tidak mendapatkan gaji lagi bila dia tidak bekerja.
Bekerja Sendiri dengan Mengandalkan Keahlian
Kalau Anda punya keahlian khusus, Anda bisa bekerja dan mendapatkan honor dari situ. Contohnya, kalau Anda bisa menyanyi, Anda bisa menyanyi di pesta-pesta dan mendapatkan honor. Mungkin Anda bisa mengajar? Yah, kalau Anda bisa mengajar, Anda bisa mengajar dan mendapatkan honor.
Bekerja sendiri harus dibedakan dengan bekerja sebagai karyawan. Sebagai karyawan Anda mendapatkan gaji, sedangkan di sini Anda tidak mendapatkan gaji, tetapi mendapatkan honor. Contoh mereka yang bekerja dengan mengandalkan keahlian dan mendapatkan honor pada umumnya adalah artis yang main sinetron, atau dokter dan arsitek yang membuka praktek sendiri dengan mendapat bayaran dari pasien atau kliennya. Kalau Anda perhatikan, sebetulnya hampir setiap orang punya keahlian atau keterampilan khusus yang bisa dijual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada banyak orang?
Kelebihan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian adalah bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang memang sesuai dengan keahlian Anda. Artinya, Anda akan lebih termotivasi untuk memperdalam keahlian Anda sehingga akan mendapatkan bayaran yang lebih. Kekurangannya adalah, kalau Anda tidak bekerja (absen), Anda tidak akan mendapatkan bayaran.
Menjalankan Usaha Sampingan
Kenapa Anda tidak mencoba menjalankan sebuah usaha sampingan? Anda bisa membuka toko atau warung. Anda bisa buka biro jasa yang menjual segala macam jasa. Mungkin juga sebuah usaha jahitan. Kenapa Anda tidak mencobanya?
Yang penting di sini, usaha sampingan tersebut suatu saat kelak bisa Anda serahkan pengelolaannya kepada anak buah yang Anda percayai, sehingga Anda tidak perlu terlibat terus di dalamnya seumur hidup Anda. Toko misalnya. Anda mungkin bisa membuka sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah beberapa bulan, Anda kan bisa menyerahkan pengelolaannya kepada anak buah Anda (yang Anda gaji tentunya), sehingga Anda bisa enak nonton teve di rumah tapi bisa tetap mendapatkan hasil keuntungan dari toko tersebut tiap bulannya. Inilah yang menjadi kelebihan dari menjalankan usaha sendiri.
Mungkin Anda berpikir bahwa untuk bisa berhasil dalam usaha perlu modal uang yang cukup besar. Tapi Anda boleh tidak percaya, kesuksesan sebuah usaha seringkali tidak tergantung pada besarnya modal Anda. Silakan lihat di sekeliling Anda, ada banyak orang yang berhasil dalam usahanya dengan modal yang hanya sedikit. Yang paling penting di sini adalah ide. Ada memang beberapa usaha yang membutuhkan modal awal yang cukup besar, tapi banyak juga bidang usaha yang tidak membutuhkan modal awal yang terlalu besar. Yang paling penting di sini adalah bagaimana Anda bisa "mengakali" jumlah uang yang Anda miliki sekarang agar cukup untuk bisa menjalankan ide bisnis di kepala Anda. Dengan menjalankan sebuah usaha, Anda otomatis lebih terlatih untuk bisa mandiri dan bertahan hidup. Itulah yang menjadi salah satu kelebihan lain dari menjalankan usaha sendiri.
Berinvestasi
Anda punya uang berlebih? Kenapa tidak menginvestasikannya saja? Jika Anda punya Rp 1 juta, mungkin itu bisa Anda depositokan. Anda akan dapat bunga, dan bunga itulah tambahan penghasilan Anda. Anda punya barang yang tidak Anda pakai? Perabot misalnya? Kenapa Anda tidak menjualnya dan menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, misalnya. Setelah satu dua tiga tahun, mudah-mudahan saja harga emas itu naik. Nah, selisih kenaikan harga itu adalah tambahan penghasilan bagi Anda. Bagi Anda yang masih lajang (tidak punya tanggungan) dan tinggal di rumah sendiri, kenapa Anda tidak kos saja dan mengontrakkan rumah Anda? Dengan demikian, Anda akan mendapatkan tambahan penghasilan dari pemasukan sewa rumah setiap bulan atau setiap tahunnya. Atau kalau rumah Anda agak besar, kenapa Anda tidak menyewakan satu dua kamar di antaranya untuk dijadikan kos-kosan kecil-kecilan? Anda akan dapat pemasukan tambahan dari uang kosnya, kan? sekarang investasi tidak membutuhkan uang besar seperti jaman dahulu, maka itu ada baiknya anda memulai investasi
Yang Penting Kemauan
Mencari Penghasilan Tambahan sebetulnya tidak sulit. Yang penting Anda punya kemauan. Bila Anda tidak memiliki kemauan untuk mau mendapatkan penghasilan tambahan, maka cara apa pun yang ditunjukkan kepada Anda akan sulit Anda terima. Jadi, semua berawal dari kemauan. Jika memang tidak ada kemauan, ya, keadaan Anda tetap seperti sekarang. Tapi bila Anda memang mau, Anda punya 4 pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti di atas. Silakan pilih yang mana.
MARI MENGENAL SAHAM (1)
Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh pengeboman Gedung Bursa Efek Jakarta. Di gedung inilah saham diperdagangkan. Mungkin ada di antara Anda bertanya, apa sih yang dimaksud dengan saham? Bagaimana cara bekerjanya? Mari kita berkenalan dengannya.
Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki sebuah usaha? Katakan saja Anda ingin memiliki usaha berupa sebuah toko. Apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat memiliki toko tersebut? Bila Anda punya modal, maka Anda bisa membeli atau menyewa sebuah bangunan dan membeli barang-barang yang akan dijual. Bila toko Anda masih baru, tentu ada risiko tertentu, semisal belum dikenalnya toko Anda oleh masyarakat. Artinya, toko Anda belum dikunjungi banyak pembeli.
Kalau begitu, sebagai alternatif, kenapa tidak mencoba membeli toko lain yang sudah lebih dulu berdiri? Anda bisa memilih-milih toko mana yang akan Anda beli, dan tentu saja Anda pasti akan memilih toko yang kelihatannya sudah cukup dikenal dan laris, bukan? Bila demikian, maka uang yang harus Anda bayarkan ke pemilik lama toko tersebut biasanya adalah senilai harga bangunan (bila bangunan toko itu dimiliki sendiri) dan barang-barang yang dijual didalamnya. Dengan kata lain, Anda telah membeli kepemilikan toko tersebut, di mana yang Anda beli adalah modalnya.
PECAHAN-PECAHAN KECIL
Perlu diketahui, dalam dunia usaha tidak hanya toko yang bisa memberikan keuntungan. Usaha lain yang tidak berbentuk toko juga banyak yang bisa memberi keuntungan. Usaha tersebut biasanya adalah dalam bentuk badan usaha, atau istilah populernya: perusahaan. Sama dengan toko, kepemilikan perusahaan juga bisa dibeli. Jadi Anda bisa memilih perusahaan mana yang kira-kira selalu menguntungkan pada tahun-tahun lalu, dan Anda bisa membeli kepemilikan (modal) dari perusahaan tersebut.
Berbeda dari toko, pada umumnya modal sebuah perusahaan jauh lebih besar daripada modal dari sebuah toko. Sebagai contoh, modal dari toko yang ingin Anda beli mungkin Rp 30 juta, namun modal dari perusahaan yang hendak Anda beli bisa saja mencapai Rp 300 juta. Masalahnya, tidak semua orang memiliki uang kontan Rp 300 juta. Mungkin saja orang hanya punya Rp 3 juta sehingga ini berarti ia hanya mendapatkan kepemilikan sebesar satu persen saja dari semua nilai kepemilikan perusahaan tersebut. Tapi bagaimana caranya agar ia dapat membeli kepemilikan yang cuma sebesar satu persen itu?
Oleh hukum, diaturlah suatu cara: kepemilikan perusahaan dibagi ke dalam pecahan-pecahan kecil yang disebut saham. Sebagai contoh, kepemilikan perusahaan senilai Rp 300 juta tadi dibagi ke dalam saham di mana satu saham diberi nilai katakan Rp 1.000. Dengan demikian, bila Anda hanya punya Rp 3 juta, maka Anda hanya bisa membeli 3.000 lembar saham.
KEUNTUNGAN MEMBELI SAHAM
Keuntungan apa yang akan Anda dapatkan dengan membeli saham atau kepemilikan dari sebuah perusahaan?
- Yang pertama, kalau perusahaan mengalami untung (laba), maka biasanya Anda mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut dividen. Ambil contoh, bila dari per lembar saham Anda mendapat dividen Rp 100 per lembar sahamnya, maka dengan 3.000 saham yang Anda miliki, total dividen yang Anda dapatkan adalah Rp 300.000. Tentu saja patokan besarnya dividen berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tapi prinsipnya kurang lebih sama saja. Makin banyak saham yang Anda miliki, makin besar pula dividen yang Anda dapat bila memang perusahaan untung.
- Keuntungan kedua, bisa saja nilai saham Anda naik. Kembali kita misalkan Anda membeli saham seharga Rp 1.000. Nah, bila kemudian makin banyak yang ingin membeli saham perusahaan, maka mungkin saja harga saham tersebut meningkat jadi katakan Rp 1.400 per lembar. Dengan demikian, bila Anda menjualnya, ini berarti Anda mendapatkan keuntungan sebesar 40 persen. Keuntungan seperti ini disebut capital gain. Ke mana Anda menjual saham itu? Bukan ke perusahaan yang menerbitkan saham bersangkutan, tapi pada orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.
Tentu saja investasi dalam bentuk saham juga berisiko. Yakni, turunnya harga saham yang Anda miliki. Misalnya saja dari Rp 1.000 turun jadi Rp 600 per lembar saham. Bila Anda menjualnya, maka Anda akan rugi Rp 400 per lembar sahamnya. Kerugian seperti ini biasa disebut capital loss. Ke mana Anda menjualnya? Juga ke orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.
Dalam prakteknya, tiap hari ada banyak orang menjual atau membeli saham. Namun transaksi jual beli ini tidak bisa di sembarang tempat. Peraturan mengharuskan, penjualan dan pembelian saham harus dilakukan di sebuah tempat khusus yang disebut bursa. Bursa kurang lebih sama artinya dengan pasar, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Bursa ini disebut bursa saham, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama bursa efek (dalam Kamus Bahasa Indonesia, efek adalah surat berharga). Kenapa dinamakan bursa efek? Ini karena dalam bursa ini kita tidak hanya bisa menjual atau membeli saham, tapi juga surat berharga lain selain saham (kita akan bahas di lain waktu).
Di Indonesia, Bursa Efek ini dipusatkan di Jakarta, dan bertempat di gedung yang dinamakan Gedung BEJ (Bursa Efek Jakarta). Gedung itulah yang dibom pada beberapa bulan yang lalu. Peledakan itu sendiri tidak mengenai lokasi bursa, tapi tempat parkirnya. Gedung Bursa Efek Jakarta sendiri juga memiliki banyak sekali ruang kantor yang disewakan, jadi tidak hanya terdapat bursa. Orang-orang yang memperjualbelikan saham ini disebut investor (pemodal). Apakah seorang investor yang ingin membeli atau menjual saham harus datang langsung ke Bursa Efek untuk bisa bertransaksi? Tidak. Dalam prakteknya, investor cukup menggunakan jasa perantara yang disebut dengan pialang. Di BEJ ada banyak perusahaan jasa pialang yang beroperasi. Mereka menjadi anggota BEJ.
Keuntungan memakai jasa pialang adalah di mana pun Anda berada di seluruh Indonesia, Anda tetap bisa menelepon Perusahaan Pialang Anda dan memberikan order jual atau beli, sehingga pialang Anda yang melakukan transaksi jual beli itu untuk Anda. Anda sendiri sebagai investor tidak perlu tahu dari investor mana Anda membeli saham Anda. Begitu pula kepada investor mana Anda menjual saham Anda. Ini karena investor harus menggunakan jasa pialang, dan antarpialang-lah yang saling bertemu.
MEMANFAATKAN JASA PIALANG
Berapa jumlah transaksi minimal dalam membeli saham? Beberapa perusahaan pialang mengharuskan Anda membeli saham dengan jumlah minimal tertentu. Bila Anda ingin membeli di bawah jumlah minimal tersebut, maka pialang tidak akan menjalankan order transaksi Anda.
Karena itulah, untuk memudahkan transaksi pembelian dengan jumlah minimal tersebut, BEJ memberlakukan jumlah minimal tertentu yang dinamakan lot. Satu lot sama dengan 500 lembar saham. Khusus untuk saham-saham perbankan, satu lot sama dengan 100 lembar saham. Jadi Anda bisa hitung sendiri, bila saham yang Anda incar berharga misalnya Rp 2.000, maka ini berarti Anda harus bertransaksi minimal sebesar Rp 10 juta. Kalau saham itu adalah saham-saham perbankan, maka transaksi minimalnya Rp 2 juta. Sekali lagi, tidak semua perusahaan pialang mengharuskan Anda membeli dengan jumlah minimal satu lot. Ada juga yang memberi pengecualian, bisa membeli di bawah jumlah tersebut. Ini dikenal dengan istilah odd lot.
Anda bisa membeli saham dengan datang ke sebuah perusahaan pialang. Perusahaan ini biasa disebut "perusahaan perantara pedagang efek". Di halaman kuning Buku Petunjuk Telepon (yellow pages), Anda bisa mencari perusahaan seperti ini di bagian kata broker. Ada banyak sekali broker yang jadi anggota Bursa Efek Jakarta pada saat ini. Jadi pastikan Anda memilih broker seteliti mungkin.
Apa yang harus Anda lakukan bila ingin membeli saham? Biasanya adalah dengan membuka rekening di perusahaan pialang tersebut dan memasukkan uang senilai jumlah tertentu. Uang itulah nanti yang akan digunakan oleh pialang Anda untuk bertransaksi saham. Jadi bukan beli saham dulu baru uangnya Anda kasih belakangan.
DIGOLONGKAN TINGKAT RISIKONYA
Perlu diketahui bahwa dengan membeli saham, ini berarti Anda membeli kepemilikan dari sebuah perusahaan. Bedanya dengan memiliki perusahaan sendiri, Anda dalam hal ini membeli kepemilikan usaha yang sudah berjalan. Anda tidak perlu repot-repot mendirikan usaha baru dalam bentuk PT, misalnya, karena Anda tinggal membeli PT yang sudah berjalan dan beroperasi. Mungkin Anda bertanya, dari mana saya tahu perusahaan yang sudah berjalan tersebut mengalami untung atau rugi? Jawabannya: dari Laporan Keuangan yang diterbitkan secara rutin oleh perusahaan tersebut. Dan laporan keuangan tersebut haruslah sudah diperiksa oleh seorang akuntan independen yang berizin.
Seperti telah disinggung, investasi dalam saham juga berisiko. Saham yang Anda beli bisa menurun. Inilah yang membuat tidak semua orang mau berinvestasi ke dalam saham. Kita sering mendengar ada orang yang mengalami kerugian jutaan rupiah, tapi ada juga orang yang mengalami keuntungan jutaan rupiah juga. Dan itu membuat tidak semua orang mau berinvestasi ke dalam saham. Jadi sebetulnya, risiko dalam membeli saham di BEJ sama saja dengan risiko kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama besarnya dengan kemungkinan mengalami kerugian.
Meski begitu, jangan takut, karena saham di BEJ sudah digolong-golongkan berdasar tingkat risikonya. Mulai dari saham-saham yang risiko ruginya memang kecil tapi keuntungannya juga kecil, sampai saham-saham yang risiko ruginya besar tetapi kemungkinan untungnya juga besar. Tanyakan kepada bagian riset/analis di perusahaan pialang Anda tentang saham-saham mana saja yang tergolong ke dalam penggolongan-penggolongan tersebut. Oh ya, tidak semua perusahaan pialang memiliki bagian riset/analis. Jadi pastikan perusahaan pialang Anda memiliki bagian tersebut.
Sekali lagi: risiko investasi saham sebetulnya sama saja dengan kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama besarnya dengan kemungkinan mengalami kerugian.
Tak kenal maka tak sayang: kalau Anda tidak mengetahui risiko apa yang Anda hadapi, maka Anda pasti tidak akan berani melakukan investasi ke dalam saham. Maksud dari tulisan ini adalah agar Anda mengenal investasi saham, sehingga dengan demikian Anda bisa menjadikan saham sebagai alternatif investasi Anda. Oleh: Safir Senduk.
Bayar Diri Anda Dulu
Rahasia keuangan yang paling sederhana adalah, sisihkan sedikitnya 10% dari penghasilan anda dan jangan gunakan itu sebagai biaya. Dengan menginvestasikan sedikitnya 10% dari setiap penghasilan anda, kemudian terus menginvestasikan lagi dividennya, anda dapat mulai membangun kekayaan anda. Walaupun anda harus selalu mencari peluang yang bisa membuat anda menghasilkan uang lebih cepat, saya yakin masa depan anda pada awalnya harus dibangun di atas landasan kokoh yang berupa rencana investasi jangka panjang.
Semakin awal anda memulai, semakin cepat anda bisa membangun jaring pengaman anda. Berkonsultasilah kepada perencana keuangan, atau kunjungi salah satu situs internet dimana anda bisa memasukkan jumlah nilai bersih anda sekarang dan rencana finansial anda untuk masa pensiun, dan kemudian hitung berapa banyak yang mulai sekarang perlu anda tabung dan investasikan untuk mencapai jumlah yang anda targetkan saat anda sudah pensiun.
Konsep Bunga Majemuk
Cara kerja bunga majemuk adalah seperti ini: jika anda menginvestasikan 1000 dolar dengan tingkat bunga 10%, maka akan menghasilkan bunga sebesar 100 dolar, dan di akhir tahun pertama mempunyai investasi total sebesar 1.100 dolar. Jika anda tidak menyentuh investasi awal anda dan bunga yang dihasilkan dalam rekening itu, tahun berikutnya anda akan mendapat bunga 10% atas jumlah 1.100 dolar itu, yaitu 110 dolar. Tahun ketiga, anda akan mendapatkan 10% untuk 1.210 dolar, dan seterusnya selama anda tidak menggunakannya. Dengan kecepatan itu, uang anda akan berlipat ganda, seperti itulah cara jumlah itu akhirnya mencapai nilai yang sangat besar setelah bertahun-tahun. Tentu saja, kabar terbaiknya, waktu adalah teman anda dalam hal bunga majemuk. Semakin dini anda memulai, semakin besar hasilnya.
Memprioritaskan Menabung dan Berinvestasi
Bagi penabung teragresif sedunia, menginvestasikan uang dan membayar hipotek merupakan bagian terpenting pengelolaan uang mereka. Untuk membiasakan diri menabung sedikit uang setiap bulan, anda harus langsung mengambil sekian persen gaji bulanan anda untuk ditabung dan tidak pernah digunakan. Teruslah membangun rekening itu sampai jumlahnya cukup besar untuk dipindahkan ke reksadana atau rekening obligasi atau investasi dalam real estate, termasuk pembelian rumah anda sendiri. Jumlah uang yang dibuang-buang untuk membayar sewa tempat tinggal tanpa membangun ekuitas rumah merupakan sebuah tragedi bagi banyak orang. Menginvestasikan hanya 10% atau 15% penghasilan anda akan membantu anda untuk membangun kekayaan.Bayar diri anda sendiri, lalu hiduplah dengan sisanya. Hal itu mengakibatkan: anda akan dipaksa untuk mulai membangun masa depan anda, dan jika anda masih ingin membeli atau melakukan lebih banyak, anda akan terpaksa mencari cara untuk memperoleh lebih banyak uang. Jangan pernah menggunakan tabungan anda untuk mendanai gaya hidup yang lebih mahal. Investasi anda harus dibiarkan tumbuh sampai anda bisa hidup hanya dari bunganya, jika perlu. Baru pada saat itulah anda bisa benar-benar mandiri secara finansial.
Jangan Katakan Anda Tidak Bisa Melakukannya
Kebanyakan orang menunggu untuk mulai menabung sampai mereka punya uang ekstra yang menganggur, uang yang berlebih. Tapi cara kerjanya tidak seperti itu. Anda harus mulai menabung dan berinvestasi untuk masa depan sekarang juga! Dan semakin banyak anda berinvestasi, semakin cepat anda akan mencapai kemandirian finansial. John Marks Templeton mengawali dengan bekerja sebagai pialang saham berpenghasilan 150 dolar seminggu. Ia dan istrinya memutuskan untuk menginvestasikan 50% pemasukan mereka di pasar saham dan tetap memprioritaskan 10% bagi gereja. Hal itu membuat mereka hanya mempunyai 40% sebagai biaya hidup. Tapi sekarang, John Templeton adalah seorang milyuner! Ia mempertahankan kebiasaannya itu seumur hidupnya.
Jutawan Tidak Berarti Selebriti
Kenyataannya, lebih dari 99% jutawan adalah penabung dan investor yang metodis serta pekerja keras. Orang-orang itu biasanya memperoleh kekayaan mereka dengan salah satu di antara 3 cara ini: dari bisnis wirausaha, yang mencakup 75% dari semua jutawan di Amerika Serikat, sebagai eksekutif di perusahaan besar, sekitar 10%, atau sebagai praktisi profesional (dokter, pengacara, dokter gigi, akuntan publik, arsitek). Selain itu, 5% menjadi jutawan melalui bidang penjualan dan konsultasi penjualan. Meski begitu, orang dari berbagai bidang kehidupan bisa jadi jutawan jika mereka belajar disiplin menabung dan berinvestasi serta mulai di usia yang masih cukup muda.
Membangun Aset Daripada Kewajiban
Anda harus tahu perbedaan antara aset dan kewajiban, dan belilah aset. Kelas ke bawah dan menengah membeli kewajiban, yang mereka kira aset. Aset adalah sesuatu yang akan memasukkan uang ke dalam kantong anda, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang akan mengeluarkan uang dari kantong anda. (Robert T. Kiyosaki). Lihatlah cara orang kaya melakukan investasi mereka. Mereka mengambil uang yang mereka hasilkan dan menanamkan sebagian besar dalam aset penghasil pemasukan (real estate, bisnis kecil, saham, obligasi, emas, dan seterusnya). Mulailah melakukan kegiatan finansial seperti ini: 20% pemasukan anda dialokasikan untuk aset anda dan berbagai aliran pemasukan dan 80%nya untuk pengeluaran dan kewajiban anda. 100% dari alokasi untuk aset dan aliran pemasukan tadi digunakan untuk membangun lebih banyak aset dan berbagai aliran pemasukan, sehingga akhirnya nanti anda bisa hidup dari pemasukan aset anda dan berbagai aliran pemasukan. Itulah "kebebasan finansial" sejati.
Melindungi Milik Anda Dengan Asuransi
Ada kesalahan dan kecelakaan yang bisa terjadi setiap saat, yang merupakan alasan mengapa anda perlu melindungi aset finansial anda melalui kebijaksanaan asuransi yang baik. Hal itu bahkan lebih penting jika anda menjalankan sebuah bisnis kecil.
Spekulasi
Berapapun penghasilan anda... alokasikan sebagian untuk spekulasi dengan tingkat penghasilan tinggi(paling kurang 5 %/bulan)... alokasikan kurang lebih 5-10% kekayaan anda, jangan terlalu sedikit, nanti lama menjadi kaya, atau jangan terlalu banyak, untuk berjaga2 kalau ada apa2 dengan spekulasi anda... ada satu rekomendasi tempat spekulasi yang bagus. option trading
Belanja Bijak Dengan Kartu Kredit
Posted On : 19-02-2008
View : 1001 times
Salah satu sisi kehidupan finansial yang paling cepat berkembang mengikuti budaya global adalah penggunaan kartu plastik dan salah satu produknya adalah kartu kredit. Instrumen keuangan ini memberikan berbagai kemudahan baik dalam bertransaksi maupun manajemen arus kas. Bagaimana dapat memanfaatkan keberadaan kartu kredit bagi keuangan Anda, dan menentukan pilihan kartu kredit yang sesuai dengan pola keuangan yang Anda miliki.
Kartu kredit memberikan banyak kemudahan bagi para pemiliknya, dari keamanan sampai pembayaran cicilan bulanan yang minimal. Tetapi, hal yang harus selalu diingat dalam penggunaan suatu produk budaya baru adalah keharusan penyesuaian-penyesuaian pada perilaku kita. Janganlah kita hanya terjebak pada ‘gaya hidup'-nya saja, tetapi juga bagaimana mengekploitasinya guna kepentingan kita.
Jangan Mudah Terbuai Dengan Iming-Iming Keuntungan
Kartu belanja yang dikeluarkan oleh Carrefour, juga berfungsi sebagai sarana pembayaran cicilan dengan jangka waktu maksimal hingga 2 tahun. Selain itu, pemilik kartu belanja Carrefour juga bisa menikmati diskon khusus sebesar 1,5% dari harga barang.
Kartu belanja Makro juga menawarkan berbagai fasilitas yang tak kalah menyenangkan. Dengan memiliki kartu ini, pemegang kartu mendapat fasilitas kasir tersendiri sehingga terbebas dari antrian panjang yang biasa terjadi. Kelebihan lainnya, pemegang kartu juga mendapatkan parkir khusus dan dapat berbelanja melalui telepon.
Tapi awas, iming-iming berbagai kemudahan seperti di atas terkadang berakibat fatal. Lantaran berbagai kemudahan yang diberikan, Anda sebagai pemakai tanpa sadar terbuai dan terjebak ke dalam tumpukan hutang yang tak kunjung terlunasi. Maklum, bunga kartu kredit yang ditawarkan tidaklah murah, saat ini berkisar antara 3-4% per bulannya. Konsumen yang keenakan berbelanja dan tidak disiplin dalam melakukan pembayaran bulanan bisa terlilit hutang yang kian lama kian menumpuk.
Perhitungan bunga yang berlaku adalah prinsip bunga berbunga. Bunga bulanan yang sekitar 3-4% per bulan dapat tumbuh pesat mencapai lebih dari 40%. Tentunya hal ini sangat memberatkan Anda sebagai konsumen pemakai, bila Anda tidak cermat dan bijak dalam memanfaatkan kartu kredit.
Oleh karenanya sangat dianjurkan agar Anda meneliti dengan seksama sebelum Anda mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kemudahan kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari . Bila Anda tertarik untuk memilikinya, kami menganjurkan untuk memiliki tidak lebih dari 2 buah kartu kredit dengan kegunaannya masing-masing bagi Anda dan keluarga.
Memakai Kartu Dengan Bijak
Kendati kartu kredit sudah menjadi ikon bagi masyarakat kelas menengah di kota-kota besar, toh masih banyak yang belum mengerti cara pemakaian kartu kredit dengan bijak. Tak jarang, per bulannya sebagian besar pendapatan gaji justru habis untuk membayar bunga kartu kredit. Beberapa saran bagi semua pemegang kartu kredit agar:
1. Disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Usahakan penggunaan kartu kredit memang sudah dianggarkan dalam keuangan keluarga. Ibarat Anda menggunakan uang tunai tapi dengan kelebihan tenggat waktu.
2. Bila saran pertama dapat Anda jalani, maka ada baiknya bila Anda mengalihkan pengeluaran-pengeluaran rutin, seperti bayar telepon, listrik dan lain-lain ke dalam kartu kredit.
3. Jangan pernah Anda mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit Anda, bukan hanya bunga besar tapi juga beban biaya dan penerapan perhitungan bunga langsung. Pengecualian - keadaan darurat.
4. Sebaiknya jangan hanya membayar cicilan minimun setiap bulannya. Karena beban bunga bulanan yang bisa mencapai 3,5%. Dengan perhitungan bunga berbunga maka bunga hutang kartu kredit Anda bisa lebih dari 40%. Bukan main besarnya.
5. Batasi kepemilikan hanya 2 kartu kredit.
Ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola keuangan dengan jalur yang benar yaitu dengan menetapkan tujuan prioritas yang Anda idamkan. Keputusan untuk membeli haruslah didasari oleh sebuah kebutuhan, jangan Anda membelinya hanya karena dorongan atau ketertarikan karena promosi serta iklan besar-besaran ataupun diskon. Tapi ambillah keputusan membeli sesuatu karena memang Anda membutuhkannya. Belanjalah dengan bijak!
Sebelum masuk ke tips, sebenarnya ada beberapa aturan penting yang harus dipahami. Aturan pertama, cara terbaik untuk menghemat uang ialah dengan tidak membelanjakannya. Dan cara terbaik untuk tidak membelanjakannya ialah jangan membeli barang yang tidak diperlukan.
Kadang yang orang pikir mereka "perlukan", hanya sekedar "diinginkan", dan kadang yang "diinginkan" itulah yang suka didahulukan saat belanja. Jadi, saat belanja, jangan banyak ‘menghayal' ketika melihat barang-barang didepan anda. Berhadapanlah dengan kenyataan akan apa yang dibutuhkan untuk dibeli saat itu.
And the tips are:
1. Perhatikan dengan seksama kemana uang anda pergi.
Miliki memo kecil untuk mencacat apa yang dibutuhkan dan mencatat apa yang anda beli. Seperti sihir, sebenarnya cara ini cukup ampuh untuk mencegah and amembuang uang percuma. Terbiasa mencatat juga akan membantu anda menjadi lebih cermat dan tentu lebih hemat saat belanja.
2. Jangan suka belanja mendadak. Makin banyak waktu untuk belanja, makin hematlah anda. Anda bisa membandingkan harga sebelum akhirnya mengambil keputusan. Hukum ini berlaku lebih pada momen-momen tertentu seperti persiapan merayakan hari besar, ulang tahun,
dll.
3. Uang cash adalah raja. Kalau belum jadi konglomerat dengan limpahan uang di desposito, lebih baik bawa uang cash di dompet untuk dibelanjakan, dibandingkan memakai kartu kredit.
4. Jadilah penawar sejati. Jangan malu untuk menawar. Kalau memang malas, belanjalah dengan teman yang jago menawar. Dengan begitu anda bisa menghemat sejumlah uang walau tidak terlalu besar jumlahnya, dan uang itu bisa dialokasikan untuk keperluan yang lain.
5. Jangan lupa bawa daftar belanja anda. Dan biasakan untuk tidak membeli apapun yang tidak ada dalam daftar tersebut.
6. Jangan pergi belanja dalam keadaan lapar. Itu akan membuat anda jadi boros membeli makanan yang harganya bisa relatif mahal. Kalau bisa makan dulu di rumah sebelum pergi, itu akan jauh lebih baik. Kecuali memang niat makan diluar....
7. Jangan belanja dalam keadaan bingung, sedih atau sedang dalam masalah lain. Terutama pada wanita, belanja dalam keadaan seperti ini akan membuat anda lapar mata dan akhirnya membeli sesuatu yang sama sekali tidak perlu.
8. Belanjalah sendirian. Bawa pasangan atau anak
ketika belanja akan membuat anda ‘tergoda' untuk membeli sesuatu untuk mereka. Tinggalkan saja mereka dirumah.
9. Jangan langsung buang bukti pembayaran. Anda bisa baca ulang bukti itu untuk menjadi bahan perhitungan dan ‘perenungan'. Dan siapa tahu barang yang anda beli rusak, anda bisa mengembalikannya dengan membawa bukti itu.
10. Jangan malu cari barang tertentu di toko barang bekas atau garage sale. Jika pandai memilih, anda bisa menghemat sejumlah uang untuk barang yang masih berkualitas baik.
Met belanja!
MENGENAL POS-POS PENGELUARAN YANG BESAR
Meski tidak pernah diinginkan terjadi dalam keuangan keluarga ataupun perusahaan, defisit itu seringkali tidak bisa dihindari. Bahkan uniknya, seringkali defisit terjadi berulang-ulang dan dari bulan ke bulan tanpa bisa dihentikan. Defisit adalah suatu kondisi di mana pengeluaran keluarga Anda lebih besar daripada pemasukan.
Karena itu, bila pemasukan Anda adalah Rp 2 juta per bulan, maka akan lebih baik bila pengeluaran Anda lebih kecil daripada Rp 2 juta. Karena bila pengeluaran Anda lebih dari Rp 2 juta (terjadi defisit), maka selisihnya mungkin harus Anda ambil dari simpanan yang Anda miliki, entah dari tabungan, deposito atau simpanan yang lain. Bila yang terjadi pengeluaran Anda terus menerus melebihi pemasukan Anda tiap bulan, jelas: simpanan Anda akan berkurang terus sehingga lama kelamaan akan habis.
Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk bisa mengatur pengeluaran agar tetap lebih rendah dari pemasukan. Dengan demikian, simpanan Anda tidak akan berkurang, bahkan sebaliknya: Anda jadi bisa menabung dan simpanan Anda akan terus bertambah. Gambarannya seperti di bawah ini:
Pemasukan Rp 1.000
Pengeluaran Rp 900
--------------------
Selisih Rp 100
Jadi, kalau dilihat dari sisi pengeluaran, semakin rendah pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan, maka akan semakin besar pula selisih uang yang akan Anda miliki, sehingga makin besar pula jumlah uang yang bisa Anda tabung.
Masalah yang sering muncul disini adalah bahwa tidak semua orang bisa dengan cukup mudah menekan pengeluarannya. Ini terutama lebih terasa bila seseorang sudah berkeluarga. Sebuah keluarga seringkali memiliki pengeluaran yang cukup besar setiap bulannya sehingga tidak ada uang yang bisa ditabung.
Yang tidak disadari, seringkali pengeluaran yang besar tersebut terjadi karena banyaknya pos-pos pengeluaran yang jumlahnya berlebihan. Berdasarkan pengalaman saya dalam memberikan Konsultasi Keuangan Lisan kepada klien, ada beberapa pos pengeluaran yang seringkali memiliki jumlah yang terlalu besar. Inilah mereka.
- TAGIHAN TELEPON
Tagihan telepon termasuk pos yang sering membengkak karena seringkali telepon dipakai untuk hal-hal yang tidak produktif. Jangankan ABG atau remaja, orang dewasa saja cukup sering menggunakan telepon hanya untuk ngobrol yang tidak tentu arah hingga berjam-jam lamanya. Belum lagi bila kebiasaan itu dilakukan hampir setiap hari. Kalau masih lokal sih tidak apa-apa. Tapi terkadang seringkali dilakukan dari telepon rumah ke ponsel yang dihitung sebagai interlokal.
Penyebab lain yang bisa membuat tagihan telepon bengkak adalah seringnya penggunaan JAPATI. Buat Anda yang belum tahu, JAPATI adalah singkatan dari Jasa Pintar Teknologi Informasi, sebuah jasa layanan hiburan melalui telepon. Banyak orang tertarik menggunakan jasa ini karena kentalnya unsur hiburan dan kadang-kadang adanya hadiah. Tarif penggunaan Japati yang nomornya biasa dimulai dengan angka 0800, 0805, 0807 dan 0809 ini bisa berkisar sebesar Rp 1.500 Rp 3.300 per menit. Dengan pengenaan tarif seperti itu, wajar bila tarif telepon bisa membengkak tidak karuan.
Apa lagi? Internet. Internet adalah salah satu penyebab yang juga bisa membuat Tagihan Telepon Anda menjadi bengkak. Umumnya, penggunaan internet bisa dibagi menjadi beberapa tujuan. Yang pertama adalah untuk penggunaan e-mail (surat elektronik). Yang kedua adalah untuk penggunaan web-browsing (pencarian situs). Sedangkan yang ketiga adalah untuk chatting (bercakap-cakap). Dari ketiganya, biasanya yang terakhirlah (chatting) yang paling berpotensi menggendutkan tagihan telepon Anda. Barulah disusul web-browsing, dan - yang paling tidak membuat Tagihan Telepon Anda bengkak - adalah untuk penggunaan e-mail.
- BUSANA DAN AKSESORINYA
Selain telepon, pengeluaran besar berikutnya yang sering terjadi adalah pengeluaran untuk membeli busana dan aksesoris. Yang dimaksud adalah barang-barang penutup dan penghias tubuh. Contohnya seperti baju, celana, ikat pinggang, jam tangan, kaus kaki, sepatu, atau tas. Kadang-kadang, masih ditambah dengan jas atau blazer, kemudian jaket, denim atau cardigan.
Kita tidak bisa menutup mata bahwa kadang-kadang gengsi memegang peranan penting dalam pembelian busana dan aksesori. Banyak orang yang karena gengsi membeli busana dan aksesori karena merek yang cukup terkenal. Padahal banyak merek lain yang tidak kalah bagus yang bisa dibeli dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, adanya keinginan seseorang untuk tampil rapi, necis, sering membuat orang membeli busana dan aksesori secara berlebihan dalam hal kuantitas. Padahal, belum tentu busana dan aksesoris tersebut akan selalu dipakai. Saya ingat bahwa saya pernah karena lapar mata - membeli sebuah tas yang harganya cukup mahal, yang ternyata hanya saya pakai beberapa kali saja, sebelum akhirnya tas itu teronggok dengan manisnya di kamar tidur saya dan tak pernah dipakai lagi.
- BARANG-BARANG ELEKTRONIK
Pembelian barang-barang elektronik kadang-kadang juga bisa menghabiskan biaya yang cukup besar. Bukan karena tingginya harga barang tersebut, tetapi karena sering pembeliannya dilakukan berulang, padahal barang itu sudah ada sebelumnya di rumah. Dari pengalaman saya selama ini dalam menghadapi klien, barang yang pembeliannya sering dilakukan berulang adalah stereo set/radio-tape dan telepon seluler.
Penyebab utama seringnya barang-barang elektronik dibeli secara berulang adalah karena gencarnya iklan. Banyaknya iklan ponsel yang di media massa misalnya, sering membuat orang membeli ponsel sampai beberapa kali. Sampai-sampai tidak jarang kita melihat ada orang yang punya dua atau tiga ponsel sekaligus, padahal belum tentu keberadaan ponsel tersebut dia butuhkan semuanya. Hal yang sama juga terjadi pada radio-tape.
- HADIAH DAN SUMBANGAN
Tidak bisa dipungkiri, terkadang pengeluaran untuk pemberian hadiah atau sumbangan seringkali sangat besar. Untuk hadiah misalnya, kita seringkali memberikan baju, celana, atau sepatu baru kepada anak atau keponakan. Belum lagi bila Anda datang ke sebuah undangan pernikahan. Coba hitung, berapa kali dalam sebulan Anda datang ke sebuah kondangan? Anda tentunya akan memberikan amplop kepada si pengantin baru. Itu baru undangan kawin. Bagaimana dengan acara ulang tahun? Berapa kali dalam sebulan ada teman Anda yang berulang tahun? Bila teman Anda berulang tahun dan mentraktir Anda makan, maka Anda mungkin akan merasa tidak enak kalau tidak memberikannya hadiah. Bagaimana dengan kelahiran anak? Siapa teman Anda yang akan melahirkan bulan ini? Siapa teman Anda yang akan melahirkan bulan depan? Anda mungkin akan membelikan kado juga buat si anak yang baru saja lahir.
Nah, mudah-mudahan setelah mengetahui pos-pos pengeluaran apa saja dalam keluarga yang seringkali membengkak tak terduga, Anda bisa mendeteksi dan menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik.
DEFISIT,
SI SUMBER MASALAH
Dari pengalaman saya selama ini dalam melayani klien, saya bisa katakan bahwa defisit (pengeluaran lebih besar daripada pemasukan) adalah sumber dari hampir segala masalah keuangan. Kenapa? Sederhana sekali. Dengan adanya pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan, maka...
- Simpanan Anda akan dipakai untuk menutup defisit tersebutt, sehingga lama kelamaan simpanan Anda akan terus berkurang dan suatu saat habis. Dan bila simpanan Anda tersebut sudah habis, maka...
- Anda akan menjual harta benda Anda untuk menambah simpanan tunai Anda, sehingga lama kelamaan harta benda Anda juga akan habis dijual. Bila simpanan serta harta benda Anda juga sudah habis, maka...
- Anda akan pinjam uang dari sana-sini. Dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau simpanan uang Anda habis, harta benda Anda habis, dan Anda punya hutang disana-sini, maka akibat yang akan muncul adalah:
* Berkurangnya rasa aman karena tidak memiliki simpanan uang di dalam rekening
* Munculnya pertengkaran dengan pasangan Anda karena simpanan uang keluarga habis terpakai dan harta benda keluarga habis dijual
* Turunnya rasa percaya diri karena Anda harus seringkali pinjam uang ke sana-sini
* Munculnya perasaan malu karena didatangi oleh seorang debt collector yang ingin menagih hutang
Semua itu tentunya bisa menjadi pemicu dari segala macam masalah keluarga.
Jadi bisa dilihat bahwa masalah keuangan merupakan salah satu penyebab terbesar dari munculnya masalah-masalah keluarga. Dan semua itu, bila dirunut, penyebabnya ternyata hanya satu: karena pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan!
Kerja Di Rumah Saja
Lebih enak mana, kerja kantoran atau kerja di rumah saja? Tergantung! Kalau Anda jenis manusia yang tidak suka diatur-atur dan diperintah orang lain, kerja mandiri dari rumah jelas menjadi pilihan menarik.
Namun kerja di rumah harus butuh kedisiplinan tinggi dan tanggung jawab yang besar lho. Apalagi kalau Anda jenis orang yang gengsian, kerja di rumah seperti 'tidak serius dan sekadar selingan'. Untuk orang jenis ini, kerja dari rumah mungkin jadi prioritas ke sekian di antara beragam pilihan.
Mau tahu plus-minus kerja dari rumah? Berikut saya kutipkan sejumlah tips dari Ronni Eisenberg dan Kate Kelly, penulis Organize Your Home Office:
1. Hemat uang dan waktu. Tidak perlu sewa kantor yang mahal dan tak usah takut stress kena macet di jalan. Kecuali kalau harus bertemu klien, tentu.
2. Anda sang bos. Bisa enak memilih waktu kerja: siang, pagi, sore atau malam. Saat jenuh, boleh sekadar jalan-jalan sebentar tanpa takut kena omelan atasan.
3. Harus menguasai manajemen waktu dan penguasaan diri untuk mencapai sukses.
4. Kalau rumah tak cukup memadai sebagai tempat kerja, harus siap investasi membangun ruangan tambahan, berikut perlengkapan, mulai komputer, mesin faks hingga meja-kursi tamu.
5. Tidak kenal yang namanya gosip kantor.
6. Bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk anak dan pasangan.
7. Punya modal kuat: selain uang, mental juga harus disiapkan.
Karena kerja di rumah berarti harus siap memikul risiko sendiri, termasuk tak bisa menggaji diri sendiri saat tak ada job atau orderan.
Nah, bagaimana...masih betah jadi warga 'jam 9 ke jam 5' atau siap mandiri?
5 Kebiasaan Keuangan Yang Baik
Lima kebiasaan ini akan membuat hidup Anda lebih mudah dan menyenangkan.
1. Hitung-hitung budget
Jujur kita tidak terlalu suka memikirkan soal budget, kan? "Susah" atau "tidak pernah berhasil", itulah alasan yang kita lontarkan. Suka atau tidak, budget alias anggaran adalah alat penting untuk mengontrol keuangan. Anda bisa melihat seberapa banyak uang yang Anda punya, ke mana "perginya", dan seberapa besar yang tersisa.
Saran: Menurut financial planner dan direktur Women's Financial Network, Susan Jackson, agar kata budget terasa lebih positif ganti saja dengan money planning, spending plan atau cash control. Seperti yang ia tulis dalam bukunya Why Saving Is Like Dieting and Budgets Don't Work, kata budget memang mirip dengan kata diet. Nah, cobalah lebih realistis. Jangan lakukan perubahan total. Lakukan bertahap saja. Yang penting adalah disiplin mematuhi anggaran. ltu sebabnya, mungkin Anda perlu selalu membawa notes atau catatan kecil berisi daftar belanjaan dalam tas. Jika ternyata pengeluaran Anda masih melebihi budget, jangan menghukum diri terlalu keras. lngat, perubahan takkan terjadi hanya satu malam.
2. Dari yang kecil
Memang tak bisa disangkal, biaya hidup sekarang mahal. Namun, sebenarnya Anda tetap punya kemampuan untuk menabung. Bayangkan saat ini Anda harus menabung Rp200.000. Mungkin Anda akan beralasan tak ada dana karena harus membayar ini-itu. Namun, ketika seorang teman lama menelepon clan mengajak Anda bertemu di sebuah restoran,tiba-tiba saja Anda memiliki uang Rp200.000 untuk pergi.
Saran: "Lebih baik Anda mulai menabung dengan sedikit uang ketimbang menunggu sampai uang terkumpul banyak tapi malah tak pernah memulainya (karena uang tidak kumpul-kumpul)," saran Susan. Hanya 10% dari penghasilan saja kok minimal yang harus Anda tabung. Jika masih sulit juga, coba saja cara lama yaitu menggunakan celengan (tapi jangan celengan bergembok dan berkunci, ya :p). Anda bisa menyelipkan Rp100.000 setiap gajian ke dalam celengan atau memasukkan koin Rp500 setiap hari hasil kembalian bus atau belanja di supermarket. Jangan lupa untuk selalu menaikkan uang tabungan, jika gaji Anda naik atau cicilan KTA lunas.
3. Lupakan kartu kredit
Membayar tagihan lebih dari pembayaran minimum sebaiknya menjadi langkah awal untuk meninggalkan ketergantungan Anda pada kartu kredit. Anda pasti tahu pembayaran minimum tak akan menghapus utang di kartu kredit Anda yang terus berbunga di atas bunga. Nah, di sinilah Anda akan menyadari perlunya Anda membuat budget. Anda bisa melihat besar dana yang tersisa dan mungkin bisa menggunakannya untuk membayar utang. lni bisa mempercepat pelunasan utang tersebut.
Saran: Alternatif lain adalah memanfaatkan program transfer balance dari kartu kredit lain yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu 6 bulan, misalnya. Namun, menurut Brouwer dari Outlook Financial Solutions, kunci utama terbebas dari utang adalah mengubah kebiasaan penggunaan kartu kredit. Anda bisa mulai dengan meninggalkan kartu kredit di rumah atau tak menunda pembayaran tagihan. Mau sedikit ekstrim? Mintalah pengurangan limit kartu kredit, misalnya hanya dua kali lipat dari gaji Anda. Dengan cara ini, Anda akan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan bukan untuk kebutuhan konsumtif.
4. Belajar investasi
Nah, setelah urusan utang beres, kini Anda akan punya uang lebih untuk memulai investasi. Sebenarnya sih,dengan hanya Rp 100.000, Anda sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok untuk Anda?
Saran: Anda bisa menilai diri Anda lewat kuis yang termuat di buku-buku investasi atau meminta bantuan jasa financial planner, tipe investor yang manakah Anda? Konservatif, moderat atau agresif? Memang Anda akan dikenakan biaya saat berkonsultasi. Namun, jika mempertimbangkan situasinya, Anda tetap mendapat keuntungan kok, yaitu saran dari profesional.
5. Jangan lupa proteksi
Ok, di tahap ini Anda pasti sudah berhasil memiliki sejumlah dana di tabungan dan investasi. Namun, semua itu tak ada artinya jika tiba-tiba Anda divonis menderita penyakit berat. Uang tabungan dan investasi bisa habis untuk biaya pengobatan.
Saran: Penyakit yang kian banyak akibat gaya hidup kurang sehat, membuat kita mau tak mau harus memiliki asuransi kesehatan. Terutama buat Anda yang biaya kesehatannya ditanggung sebagian atau tidak ditanggung sama sekali oleh perusahaan. So, dengan menyisihkan uang sedikit untuk proteksi, Anda bisa mengambil manfaatnya di kemudian hari.
Masa depan dimulai hari ini
Mungkin Anda pikir, terlalu dini untuk memikirkan soal pensiun. Survei Newpoll pada tahun 2004 menemukan 56% pekerja terpaksa menunda rencana pensiun karena tak mempersiapkan dana hari tua. Nah, tak ada salahnya Anda mulai berpikir soal rencana keuangan hari depan. Mungkin saja Anda berniat pensiun dini dan tak ingin gaya hidup berkurang. Itulah pentingnya menyusun strategi keuangan sejak sekarang.