baiklah, setelah belajar sedikit tentang keuangan selama beberapa waktu, waktunya kita menerapkan artikel- artikel itu...
saat ini saya bisa membantu khusus untuk yang berinvestasi...
jika anda mau memulai investasi, saya akan membantu anda. anda bisa menitipkan investasi anda ke- pialang saya, (bukan saya yang mengelola, ini pialang saya yang mengelola).
investasi ini adalah investasi di bidang option... anda bisa mulai dengan uang yang sangat kecil
khusus untuk anda yang disini, anda bisa mulai dengan uang hanya $100... dengan biaya transfer ke luar negri $3
baiklah... di sebelah kiri atas, ada link ke investasi option, anda bisa klik di sana untuk memulai investasi,
saya pikir, investasi ini sangat penting untuk anda nantinya...
Mencari Penghasilan Tambahan
Kenapa sih Anda perlu penghasilan tambahan? Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya (dan seringkali saya ulang-ulang), bahwa salah satu kunci kesejahteraan keuangan dalam keluarga sebetulnya bukanlah di seberapa besar jumlah penghasilan Anda, tapi bagaimana Anda mengelola penghasilan tersebut. Berapapun besarnya penghasilan dalam keluarga Anda, kalau Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih.
Namun demikian, apakah Anda sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda? Tidak juga. Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda mencapai kesejahteraan. Jadi sekali lagi, penghasilan yang besar tidak menjamin, tetapi hanya membantu. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda bisa menambah sumber penghasilan Anda.
Ada sejumlah cara untuk menambah penghasilan dalam keluarga Anda:
1. Bekerja sebagai karyawan
2. Bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian
3. Menjalankan Usaha Sampingan
4. Berinvestasi
Bekerja Sebagai Karyawan
Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Anda bisa bekerja sebagai seorang sekretaris, karyawan bagian pembukuan, administrasi, atau apa pun itu. Yang penting, Anda mendapatkan gaji. Jadi kalau pada saat ini Anda yang wanita tidak bekerja dan hanya suami Anda yang bekerja (sebagai karyawan juga misalnya), maka dengan sekarang Anda juga bekerja sebagai karyawan, maka akan ada dua gaji dalam keluarga Anda.
Atau, kalau misalnya pada saat ini Anda sudah bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin Anda bisa menjadi karyawan juga di tempat lain. Jadi Anda mendapatkan dua gaji. Seorang teman saya bekerja di sebuah perusahaan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sedangkan malamnya dia juga bekerja di sebuah restoran dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Dia mendapatkan dua gaji dalam sebulan.
Apa sih kelebihan dan kekurangannya dengan bekerja sebagai karyawan? Yang jelas, bekerja sebagai karyawan memang enak, karena Anda tinggal datang, bekerja, dan pada akhir bulan mendapatkan gaji. Anda cuma perlu menuruti aturan jam kerjanya saja. Kekurangannya, tentu saja, bahwa kalau Anda tidak bekerja, Anda tidak akan mendapatkan gaji. Sederhana sekali. Itulah sebabnya banyak orang yang sudah berusia 50 - 60 tahun tetapi masih tetap bekerja sebagai karyawan karena takut tidak mendapatkan gaji lagi bila dia tidak bekerja.
Bekerja Sendiri dengan Mengandalkan Keahlian
Kalau Anda punya keahlian khusus, Anda bisa bekerja dan mendapatkan honor dari situ. Contohnya, kalau Anda bisa menyanyi, Anda bisa menyanyi di pesta-pesta dan mendapatkan honor. Mungkin Anda bisa mengajar? Yah, kalau Anda bisa mengajar, Anda bisa mengajar dan mendapatkan honor.
Bekerja sendiri harus dibedakan dengan bekerja sebagai karyawan. Sebagai karyawan Anda mendapatkan gaji, sedangkan di sini Anda tidak mendapatkan gaji, tetapi mendapatkan honor. Contoh mereka yang bekerja dengan mengandalkan keahlian dan mendapatkan honor pada umumnya adalah artis yang main sinetron, atau dokter dan arsitek yang membuka praktek sendiri dengan mendapat bayaran dari pasien atau kliennya. Kalau Anda perhatikan, sebetulnya hampir setiap orang punya keahlian atau keterampilan khusus yang bisa dijual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada banyak orang?
Kelebihan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian adalah bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang memang sesuai dengan keahlian Anda. Artinya, Anda akan lebih termotivasi untuk memperdalam keahlian Anda sehingga akan mendapatkan bayaran yang lebih. Kekurangannya adalah, kalau Anda tidak bekerja (absen), Anda tidak akan mendapatkan bayaran.
Menjalankan Usaha Sampingan
Kenapa Anda tidak mencoba menjalankan sebuah usaha sampingan? Anda bisa membuka toko atau warung. Anda bisa buka biro jasa yang menjual segala macam jasa. Mungkin juga sebuah usaha jahitan. Kenapa Anda tidak mencobanya?
Yang penting di sini, usaha sampingan tersebut suatu saat kelak bisa Anda serahkan pengelolaannya kepada anak buah yang Anda percayai, sehingga Anda tidak perlu terlibat terus di dalamnya seumur hidup Anda. Toko misalnya. Anda mungkin bisa membuka sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah beberapa bulan, Anda kan bisa menyerahkan pengelolaannya kepada anak buah Anda (yang Anda gaji tentunya), sehingga Anda bisa enak nonton teve di rumah tapi bisa tetap mendapatkan hasil keuntungan dari toko tersebut tiap bulannya. Inilah yang menjadi kelebihan dari menjalankan usaha sendiri.
Mungkin Anda berpikir bahwa untuk bisa berhasil dalam usaha perlu modal uang yang cukup besar. Tapi Anda boleh tidak percaya, kesuksesan sebuah usaha seringkali tidak tergantung pada besarnya modal Anda. Silakan lihat di sekeliling Anda, ada banyak orang yang berhasil dalam usahanya dengan modal yang hanya sedikit. Yang paling penting di sini adalah ide. Ada memang beberapa usaha yang membutuhkan modal awal yang cukup besar, tapi banyak juga bidang usaha yang tidak membutuhkan modal awal yang terlalu besar. Yang paling penting di sini adalah bagaimana Anda bisa "mengakali" jumlah uang yang Anda miliki sekarang agar cukup untuk bisa menjalankan ide bisnis di kepala Anda. Dengan menjalankan sebuah usaha, Anda otomatis lebih terlatih untuk bisa mandiri dan bertahan hidup. Itulah yang menjadi salah satu kelebihan lain dari menjalankan usaha sendiri.
Berinvestasi
Anda punya uang berlebih? Kenapa tidak menginvestasikannya saja? Jika Anda punya Rp 1 juta, mungkin itu bisa Anda depositokan. Anda akan dapat bunga, dan bunga itulah tambahan penghasilan Anda. Anda punya barang yang tidak Anda pakai? Perabot misalnya? Kenapa Anda tidak menjualnya dan menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, misalnya. Setelah satu dua tiga tahun, mudah-mudahan saja harga emas itu naik. Nah, selisih kenaikan harga itu adalah tambahan penghasilan bagi Anda. Bagi Anda yang masih lajang (tidak punya tanggungan) dan tinggal di rumah sendiri, kenapa Anda tidak kos saja dan mengontrakkan rumah Anda? Dengan demikian, Anda akan mendapatkan tambahan penghasilan dari pemasukan sewa rumah setiap bulan atau setiap tahunnya. Atau kalau rumah Anda agak besar, kenapa Anda tidak menyewakan satu dua kamar di antaranya untuk dijadikan kos-kosan kecil-kecilan? Anda akan dapat pemasukan tambahan dari uang kosnya, kan? sekarang investasi tidak membutuhkan uang besar seperti jaman dahulu, maka itu ada baiknya anda memulai investasi
Yang Penting Kemauan
Mencari Penghasilan Tambahan sebetulnya tidak sulit. Yang penting Anda punya kemauan. Bila Anda tidak memiliki kemauan untuk mau mendapatkan penghasilan tambahan, maka cara apa pun yang ditunjukkan kepada Anda akan sulit Anda terima. Jadi, semua berawal dari kemauan. Jika memang tidak ada kemauan, ya, keadaan Anda tetap seperti sekarang. Tapi bila Anda memang mau, Anda punya 4 pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti di atas. Silakan pilih yang mana.
MARI MENGENAL SAHAM (1)
Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh pengeboman Gedung Bursa Efek Jakarta. Di gedung inilah saham diperdagangkan. Mungkin ada di antara Anda bertanya, apa sih yang dimaksud dengan saham? Bagaimana cara bekerjanya? Mari kita berkenalan dengannya.
Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki sebuah usaha? Katakan saja Anda ingin memiliki usaha berupa sebuah toko. Apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat memiliki toko tersebut? Bila Anda punya modal, maka Anda bisa membeli atau menyewa sebuah bangunan dan membeli barang-barang yang akan dijual. Bila toko Anda masih baru, tentu ada risiko tertentu, semisal belum dikenalnya toko Anda oleh masyarakat. Artinya, toko Anda belum dikunjungi banyak pembeli.
Kalau begitu, sebagai alternatif, kenapa tidak mencoba membeli toko lain yang sudah lebih dulu berdiri? Anda bisa memilih-milih toko mana yang akan Anda beli, dan tentu saja Anda pasti akan memilih toko yang kelihatannya sudah cukup dikenal dan laris, bukan? Bila demikian, maka uang yang harus Anda bayarkan ke pemilik lama toko tersebut biasanya adalah senilai harga bangunan (bila bangunan toko itu dimiliki sendiri) dan barang-barang yang dijual didalamnya. Dengan kata lain, Anda telah membeli kepemilikan toko tersebut, di mana yang Anda beli adalah modalnya.
PECAHAN-PECAHAN KECIL
Perlu diketahui, dalam dunia usaha tidak hanya toko yang bisa memberikan keuntungan. Usaha lain yang tidak berbentuk toko juga banyak yang bisa memberi keuntungan. Usaha tersebut biasanya adalah dalam bentuk badan usaha, atau istilah populernya: perusahaan. Sama dengan toko, kepemilikan perusahaan juga bisa dibeli. Jadi Anda bisa memilih perusahaan mana yang kira-kira selalu menguntungkan pada tahun-tahun lalu, dan Anda bisa membeli kepemilikan (modal) dari perusahaan tersebut.
Berbeda dari toko, pada umumnya modal sebuah perusahaan jauh lebih besar daripada modal dari sebuah toko. Sebagai contoh, modal dari toko yang ingin Anda beli mungkin Rp 30 juta, namun modal dari perusahaan yang hendak Anda beli bisa saja mencapai Rp 300 juta. Masalahnya, tidak semua orang memiliki uang kontan Rp 300 juta. Mungkin saja orang hanya punya Rp 3 juta sehingga ini berarti ia hanya mendapatkan kepemilikan sebesar satu persen saja dari semua nilai kepemilikan perusahaan tersebut. Tapi bagaimana caranya agar ia dapat membeli kepemilikan yang cuma sebesar satu persen itu?
Oleh hukum, diaturlah suatu cara: kepemilikan perusahaan dibagi ke dalam pecahan-pecahan kecil yang disebut saham. Sebagai contoh, kepemilikan perusahaan senilai Rp 300 juta tadi dibagi ke dalam saham di mana satu saham diberi nilai katakan Rp 1.000. Dengan demikian, bila Anda hanya punya Rp 3 juta, maka Anda hanya bisa membeli 3.000 lembar saham.
KEUNTUNGAN MEMBELI SAHAM
Keuntungan apa yang akan Anda dapatkan dengan membeli saham atau kepemilikan dari sebuah perusahaan?
- Yang pertama, kalau perusahaan mengalami untung (laba), maka biasanya Anda mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut dividen. Ambil contoh, bila dari per lembar saham Anda mendapat dividen Rp 100 per lembar sahamnya, maka dengan 3.000 saham yang Anda miliki, total dividen yang Anda dapatkan adalah Rp 300.000. Tentu saja patokan besarnya dividen berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tapi prinsipnya kurang lebih sama saja. Makin banyak saham yang Anda miliki, makin besar pula dividen yang Anda dapat bila memang perusahaan untung.
- Keuntungan kedua, bisa saja nilai saham Anda naik. Kembali kita misalkan Anda membeli saham seharga Rp 1.000. Nah, bila kemudian makin banyak yang ingin membeli saham perusahaan, maka mungkin saja harga saham tersebut meningkat jadi katakan Rp 1.400 per lembar. Dengan demikian, bila Anda menjualnya, ini berarti Anda mendapatkan keuntungan sebesar 40 persen. Keuntungan seperti ini disebut capital gain. Ke mana Anda menjual saham itu? Bukan ke perusahaan yang menerbitkan saham bersangkutan, tapi pada orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.
Tentu saja investasi dalam bentuk saham juga berisiko. Yakni, turunnya harga saham yang Anda miliki. Misalnya saja dari Rp 1.000 turun jadi Rp 600 per lembar saham. Bila Anda menjualnya, maka Anda akan rugi Rp 400 per lembar sahamnya. Kerugian seperti ini biasa disebut capital loss. Ke mana Anda menjualnya? Juga ke orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.
Dalam prakteknya, tiap hari ada banyak orang menjual atau membeli saham. Namun transaksi jual beli ini tidak bisa di sembarang tempat. Peraturan mengharuskan, penjualan dan pembelian saham harus dilakukan di sebuah tempat khusus yang disebut bursa. Bursa kurang lebih sama artinya dengan pasar, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Bursa ini disebut bursa saham, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama bursa efek (dalam Kamus Bahasa Indonesia, efek adalah surat berharga). Kenapa dinamakan bursa efek? Ini karena dalam bursa ini kita tidak hanya bisa menjual atau membeli saham, tapi juga surat berharga lain selain saham (kita akan bahas di lain waktu).
Di Indonesia, Bursa Efek ini dipusatkan di Jakarta, dan bertempat di gedung yang dinamakan Gedung BEJ (Bursa Efek Jakarta). Gedung itulah yang dibom pada beberapa bulan yang lalu. Peledakan itu sendiri tidak mengenai lokasi bursa, tapi tempat parkirnya. Gedung Bursa Efek Jakarta sendiri juga memiliki banyak sekali ruang kantor yang disewakan, jadi tidak hanya terdapat bursa. Orang-orang yang memperjualbelikan saham ini disebut investor (pemodal). Apakah seorang investor yang ingin membeli atau menjual saham harus datang langsung ke Bursa Efek untuk bisa bertransaksi? Tidak. Dalam prakteknya, investor cukup menggunakan jasa perantara yang disebut dengan pialang. Di BEJ ada banyak perusahaan jasa pialang yang beroperasi. Mereka menjadi anggota BEJ.
Keuntungan memakai jasa pialang adalah di mana pun Anda berada di seluruh Indonesia, Anda tetap bisa menelepon Perusahaan Pialang Anda dan memberikan order jual atau beli, sehingga pialang Anda yang melakukan transaksi jual beli itu untuk Anda. Anda sendiri sebagai investor tidak perlu tahu dari investor mana Anda membeli saham Anda. Begitu pula kepada investor mana Anda menjual saham Anda. Ini karena investor harus menggunakan jasa pialang, dan antarpialang-lah yang saling bertemu.
MEMANFAATKAN JASA PIALANG
Berapa jumlah transaksi minimal dalam membeli saham? Beberapa perusahaan pialang mengharuskan Anda membeli saham dengan jumlah minimal tertentu. Bila Anda ingin membeli di bawah jumlah minimal tersebut, maka pialang tidak akan menjalankan order transaksi Anda.
Karena itulah, untuk memudahkan transaksi pembelian dengan jumlah minimal tersebut, BEJ memberlakukan jumlah minimal tertentu yang dinamakan lot. Satu lot sama dengan 500 lembar saham. Khusus untuk saham-saham perbankan, satu lot sama dengan 100 lembar saham. Jadi Anda bisa hitung sendiri, bila saham yang Anda incar berharga misalnya Rp 2.000, maka ini berarti Anda harus bertransaksi minimal sebesar Rp 10 juta. Kalau saham itu adalah saham-saham perbankan, maka transaksi minimalnya Rp 2 juta. Sekali lagi, tidak semua perusahaan pialang mengharuskan Anda membeli dengan jumlah minimal satu lot. Ada juga yang memberi pengecualian, bisa membeli di bawah jumlah tersebut. Ini dikenal dengan istilah odd lot.
Anda bisa membeli saham dengan datang ke sebuah perusahaan pialang. Perusahaan ini biasa disebut "perusahaan perantara pedagang efek". Di halaman kuning Buku Petunjuk Telepon (yellow pages), Anda bisa mencari perusahaan seperti ini di bagian kata broker. Ada banyak sekali broker yang jadi anggota Bursa Efek Jakarta pada saat ini. Jadi pastikan Anda memilih broker seteliti mungkin.
Apa yang harus Anda lakukan bila ingin membeli saham? Biasanya adalah dengan membuka rekening di perusahaan pialang tersebut dan memasukkan uang senilai jumlah tertentu. Uang itulah nanti yang akan digunakan oleh pialang Anda untuk bertransaksi saham. Jadi bukan beli saham dulu baru uangnya Anda kasih belakangan.
DIGOLONGKAN TINGKAT RISIKONYA
Perlu diketahui bahwa dengan membeli saham, ini berarti Anda membeli kepemilikan dari sebuah perusahaan. Bedanya dengan memiliki perusahaan sendiri, Anda dalam hal ini membeli kepemilikan usaha yang sudah berjalan. Anda tidak perlu repot-repot mendirikan usaha baru dalam bentuk PT, misalnya, karena Anda tinggal membeli PT yang sudah berjalan dan beroperasi. Mungkin Anda bertanya, dari mana saya tahu perusahaan yang sudah berjalan tersebut mengalami untung atau rugi? Jawabannya: dari Laporan Keuangan yang diterbitkan secara rutin oleh perusahaan tersebut. Dan laporan keuangan tersebut haruslah sudah diperiksa oleh seorang akuntan independen yang berizin.
Seperti telah disinggung, investasi dalam saham juga berisiko. Saham yang Anda beli bisa menurun. Inilah yang membuat tidak semua orang mau berinvestasi ke dalam saham. Kita sering mendengar ada orang yang mengalami kerugian jutaan rupiah, tapi ada juga orang yang mengalami keuntungan jutaan rupiah juga. Dan itu membuat tidak semua orang mau berinvestasi ke dalam saham. Jadi sebetulnya, risiko dalam membeli saham di BEJ sama saja dengan risiko kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama besarnya dengan kemungkinan mengalami kerugian.
Meski begitu, jangan takut, karena saham di BEJ sudah digolong-golongkan berdasar tingkat risikonya. Mulai dari saham-saham yang risiko ruginya memang kecil tapi keuntungannya juga kecil, sampai saham-saham yang risiko ruginya besar tetapi kemungkinan untungnya juga besar. Tanyakan kepada bagian riset/analis di perusahaan pialang Anda tentang saham-saham mana saja yang tergolong ke dalam penggolongan-penggolongan tersebut. Oh ya, tidak semua perusahaan pialang memiliki bagian riset/analis. Jadi pastikan perusahaan pialang Anda memiliki bagian tersebut.
Sekali lagi: risiko investasi saham sebetulnya sama saja dengan kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama besarnya dengan kemungkinan mengalami kerugian.
Tak kenal maka tak sayang: kalau Anda tidak mengetahui risiko apa yang Anda hadapi, maka Anda pasti tidak akan berani melakukan investasi ke dalam saham. Maksud dari tulisan ini adalah agar Anda mengenal investasi saham, sehingga dengan demikian Anda bisa menjadikan saham sebagai alternatif investasi Anda. Oleh: Safir Senduk.
Bayar Diri Anda Dulu
Rahasia keuangan yang paling sederhana adalah, sisihkan sedikitnya 10% dari penghasilan anda dan jangan gunakan itu sebagai biaya. Dengan menginvestasikan sedikitnya 10% dari setiap penghasilan anda, kemudian terus menginvestasikan lagi dividennya, anda dapat mulai membangun kekayaan anda. Walaupun anda harus selalu mencari peluang yang bisa membuat anda menghasilkan uang lebih cepat, saya yakin masa depan anda pada awalnya harus dibangun di atas landasan kokoh yang berupa rencana investasi jangka panjang.
Semakin awal anda memulai, semakin cepat anda bisa membangun jaring pengaman anda. Berkonsultasilah kepada perencana keuangan, atau kunjungi salah satu situs internet dimana anda bisa memasukkan jumlah nilai bersih anda sekarang dan rencana finansial anda untuk masa pensiun, dan kemudian hitung berapa banyak yang mulai sekarang perlu anda tabung dan investasikan untuk mencapai jumlah yang anda targetkan saat anda sudah pensiun.
Konsep Bunga Majemuk
Cara kerja bunga majemuk adalah seperti ini: jika anda menginvestasikan 1000 dolar dengan tingkat bunga 10%, maka akan menghasilkan bunga sebesar 100 dolar, dan di akhir tahun pertama mempunyai investasi total sebesar 1.100 dolar. Jika anda tidak menyentuh investasi awal anda dan bunga yang dihasilkan dalam rekening itu, tahun berikutnya anda akan mendapat bunga 10% atas jumlah 1.100 dolar itu, yaitu 110 dolar. Tahun ketiga, anda akan mendapatkan 10% untuk 1.210 dolar, dan seterusnya selama anda tidak menggunakannya. Dengan kecepatan itu, uang anda akan berlipat ganda, seperti itulah cara jumlah itu akhirnya mencapai nilai yang sangat besar setelah bertahun-tahun. Tentu saja, kabar terbaiknya, waktu adalah teman anda dalam hal bunga majemuk. Semakin dini anda memulai, semakin besar hasilnya.
Memprioritaskan Menabung dan Berinvestasi
Bagi penabung teragresif sedunia, menginvestasikan uang dan membayar hipotek merupakan bagian terpenting pengelolaan uang mereka. Untuk membiasakan diri menabung sedikit uang setiap bulan, anda harus langsung mengambil sekian persen gaji bulanan anda untuk ditabung dan tidak pernah digunakan. Teruslah membangun rekening itu sampai jumlahnya cukup besar untuk dipindahkan ke reksadana atau rekening obligasi atau investasi dalam real estate, termasuk pembelian rumah anda sendiri. Jumlah uang yang dibuang-buang untuk membayar sewa tempat tinggal tanpa membangun ekuitas rumah merupakan sebuah tragedi bagi banyak orang. Menginvestasikan hanya 10% atau 15% penghasilan anda akan membantu anda untuk membangun kekayaan.Bayar diri anda sendiri, lalu hiduplah dengan sisanya. Hal itu mengakibatkan: anda akan dipaksa untuk mulai membangun masa depan anda, dan jika anda masih ingin membeli atau melakukan lebih banyak, anda akan terpaksa mencari cara untuk memperoleh lebih banyak uang. Jangan pernah menggunakan tabungan anda untuk mendanai gaya hidup yang lebih mahal. Investasi anda harus dibiarkan tumbuh sampai anda bisa hidup hanya dari bunganya, jika perlu. Baru pada saat itulah anda bisa benar-benar mandiri secara finansial.
Jangan Katakan Anda Tidak Bisa Melakukannya
Kebanyakan orang menunggu untuk mulai menabung sampai mereka punya uang ekstra yang menganggur, uang yang berlebih. Tapi cara kerjanya tidak seperti itu. Anda harus mulai menabung dan berinvestasi untuk masa depan sekarang juga! Dan semakin banyak anda berinvestasi, semakin cepat anda akan mencapai kemandirian finansial. John Marks Templeton mengawali dengan bekerja sebagai pialang saham berpenghasilan 150 dolar seminggu. Ia dan istrinya memutuskan untuk menginvestasikan 50% pemasukan mereka di pasar saham dan tetap memprioritaskan 10% bagi gereja. Hal itu membuat mereka hanya mempunyai 40% sebagai biaya hidup. Tapi sekarang, John Templeton adalah seorang milyuner! Ia mempertahankan kebiasaannya itu seumur hidupnya.
Jutawan Tidak Berarti Selebriti
Kenyataannya, lebih dari 99% jutawan adalah penabung dan investor yang metodis serta pekerja keras. Orang-orang itu biasanya memperoleh kekayaan mereka dengan salah satu di antara 3 cara ini: dari bisnis wirausaha, yang mencakup 75% dari semua jutawan di Amerika Serikat, sebagai eksekutif di perusahaan besar, sekitar 10%, atau sebagai praktisi profesional (dokter, pengacara, dokter gigi, akuntan publik, arsitek). Selain itu, 5% menjadi jutawan melalui bidang penjualan dan konsultasi penjualan. Meski begitu, orang dari berbagai bidang kehidupan bisa jadi jutawan jika mereka belajar disiplin menabung dan berinvestasi serta mulai di usia yang masih cukup muda.
Membangun Aset Daripada Kewajiban
Anda harus tahu perbedaan antara aset dan kewajiban, dan belilah aset. Kelas ke bawah dan menengah membeli kewajiban, yang mereka kira aset. Aset adalah sesuatu yang akan memasukkan uang ke dalam kantong anda, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang akan mengeluarkan uang dari kantong anda. (Robert T. Kiyosaki). Lihatlah cara orang kaya melakukan investasi mereka. Mereka mengambil uang yang mereka hasilkan dan menanamkan sebagian besar dalam aset penghasil pemasukan (real estate, bisnis kecil, saham, obligasi, emas, dan seterusnya). Mulailah melakukan kegiatan finansial seperti ini: 20% pemasukan anda dialokasikan untuk aset anda dan berbagai aliran pemasukan dan 80%nya untuk pengeluaran dan kewajiban anda. 100% dari alokasi untuk aset dan aliran pemasukan tadi digunakan untuk membangun lebih banyak aset dan berbagai aliran pemasukan, sehingga akhirnya nanti anda bisa hidup dari pemasukan aset anda dan berbagai aliran pemasukan. Itulah "kebebasan finansial" sejati.
Melindungi Milik Anda Dengan Asuransi
Ada kesalahan dan kecelakaan yang bisa terjadi setiap saat, yang merupakan alasan mengapa anda perlu melindungi aset finansial anda melalui kebijaksanaan asuransi yang baik. Hal itu bahkan lebih penting jika anda menjalankan sebuah bisnis kecil.
Spekulasi
Berapapun penghasilan anda... alokasikan sebagian untuk spekulasi dengan tingkat penghasilan tinggi(paling kurang 5 %/bulan)... alokasikan kurang lebih 5-10% kekayaan anda, jangan terlalu sedikit, nanti lama menjadi kaya, atau jangan terlalu banyak, untuk berjaga2 kalau ada apa2 dengan spekulasi anda... ada satu rekomendasi tempat spekulasi yang bagus. option trading
Belanja Bijak Dengan Kartu Kredit
Posted On : 19-02-2008
View : 1001 times
Salah satu sisi kehidupan finansial yang paling cepat berkembang mengikuti budaya global adalah penggunaan kartu plastik dan salah satu produknya adalah kartu kredit. Instrumen keuangan ini memberikan berbagai kemudahan baik dalam bertransaksi maupun manajemen arus kas. Bagaimana dapat memanfaatkan keberadaan kartu kredit bagi keuangan Anda, dan menentukan pilihan kartu kredit yang sesuai dengan pola keuangan yang Anda miliki.
Kartu kredit memberikan banyak kemudahan bagi para pemiliknya, dari keamanan sampai pembayaran cicilan bulanan yang minimal. Tetapi, hal yang harus selalu diingat dalam penggunaan suatu produk budaya baru adalah keharusan penyesuaian-penyesuaian pada perilaku kita. Janganlah kita hanya terjebak pada ‘gaya hidup'-nya saja, tetapi juga bagaimana mengekploitasinya guna kepentingan kita.
Jangan Mudah Terbuai Dengan Iming-Iming Keuntungan
Kartu belanja yang dikeluarkan oleh Carrefour, juga berfungsi sebagai sarana pembayaran cicilan dengan jangka waktu maksimal hingga 2 tahun. Selain itu, pemilik kartu belanja Carrefour juga bisa menikmati diskon khusus sebesar 1,5% dari harga barang.
Kartu belanja Makro juga menawarkan berbagai fasilitas yang tak kalah menyenangkan. Dengan memiliki kartu ini, pemegang kartu mendapat fasilitas kasir tersendiri sehingga terbebas dari antrian panjang yang biasa terjadi. Kelebihan lainnya, pemegang kartu juga mendapatkan parkir khusus dan dapat berbelanja melalui telepon.
Tapi awas, iming-iming berbagai kemudahan seperti di atas terkadang berakibat fatal. Lantaran berbagai kemudahan yang diberikan, Anda sebagai pemakai tanpa sadar terbuai dan terjebak ke dalam tumpukan hutang yang tak kunjung terlunasi. Maklum, bunga kartu kredit yang ditawarkan tidaklah murah, saat ini berkisar antara 3-4% per bulannya. Konsumen yang keenakan berbelanja dan tidak disiplin dalam melakukan pembayaran bulanan bisa terlilit hutang yang kian lama kian menumpuk.
Perhitungan bunga yang berlaku adalah prinsip bunga berbunga. Bunga bulanan yang sekitar 3-4% per bulan dapat tumbuh pesat mencapai lebih dari 40%. Tentunya hal ini sangat memberatkan Anda sebagai konsumen pemakai, bila Anda tidak cermat dan bijak dalam memanfaatkan kartu kredit.
Oleh karenanya sangat dianjurkan agar Anda meneliti dengan seksama sebelum Anda mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kemudahan kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari . Bila Anda tertarik untuk memilikinya, kami menganjurkan untuk memiliki tidak lebih dari 2 buah kartu kredit dengan kegunaannya masing-masing bagi Anda dan keluarga.
Memakai Kartu Dengan Bijak
Kendati kartu kredit sudah menjadi ikon bagi masyarakat kelas menengah di kota-kota besar, toh masih banyak yang belum mengerti cara pemakaian kartu kredit dengan bijak. Tak jarang, per bulannya sebagian besar pendapatan gaji justru habis untuk membayar bunga kartu kredit. Beberapa saran bagi semua pemegang kartu kredit agar:
1. Disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Usahakan penggunaan kartu kredit memang sudah dianggarkan dalam keuangan keluarga. Ibarat Anda menggunakan uang tunai tapi dengan kelebihan tenggat waktu.
2. Bila saran pertama dapat Anda jalani, maka ada baiknya bila Anda mengalihkan pengeluaran-pengeluaran rutin, seperti bayar telepon, listrik dan lain-lain ke dalam kartu kredit.
3. Jangan pernah Anda mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit Anda, bukan hanya bunga besar tapi juga beban biaya dan penerapan perhitungan bunga langsung. Pengecualian - keadaan darurat.
4. Sebaiknya jangan hanya membayar cicilan minimun setiap bulannya. Karena beban bunga bulanan yang bisa mencapai 3,5%. Dengan perhitungan bunga berbunga maka bunga hutang kartu kredit Anda bisa lebih dari 40%. Bukan main besarnya.
5. Batasi kepemilikan hanya 2 kartu kredit.
Ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola keuangan dengan jalur yang benar yaitu dengan menetapkan tujuan prioritas yang Anda idamkan. Keputusan untuk membeli haruslah didasari oleh sebuah kebutuhan, jangan Anda membelinya hanya karena dorongan atau ketertarikan karena promosi serta iklan besar-besaran ataupun diskon. Tapi ambillah keputusan membeli sesuatu karena memang Anda membutuhkannya. Belanjalah dengan bijak!
Sebelum masuk ke tips, sebenarnya ada beberapa aturan penting yang harus dipahami. Aturan pertama, cara terbaik untuk menghemat uang ialah dengan tidak membelanjakannya. Dan cara terbaik untuk tidak membelanjakannya ialah jangan membeli barang yang tidak diperlukan.
Kadang yang orang pikir mereka "perlukan", hanya sekedar "diinginkan", dan kadang yang "diinginkan" itulah yang suka didahulukan saat belanja. Jadi, saat belanja, jangan banyak ‘menghayal' ketika melihat barang-barang didepan anda. Berhadapanlah dengan kenyataan akan apa yang dibutuhkan untuk dibeli saat itu.
And the tips are:
1. Perhatikan dengan seksama kemana uang anda pergi.
Miliki memo kecil untuk mencacat apa yang dibutuhkan dan mencatat apa yang anda beli. Seperti sihir, sebenarnya cara ini cukup ampuh untuk mencegah and amembuang uang percuma. Terbiasa mencatat juga akan membantu anda menjadi lebih cermat dan tentu lebih hemat saat belanja.
2. Jangan suka belanja mendadak. Makin banyak waktu untuk belanja, makin hematlah anda. Anda bisa membandingkan harga sebelum akhirnya mengambil keputusan. Hukum ini berlaku lebih pada momen-momen tertentu seperti persiapan merayakan hari besar, ulang tahun,
dll.
3. Uang cash adalah raja. Kalau belum jadi konglomerat dengan limpahan uang di desposito, lebih baik bawa uang cash di dompet untuk dibelanjakan, dibandingkan memakai kartu kredit.
4. Jadilah penawar sejati. Jangan malu untuk menawar. Kalau memang malas, belanjalah dengan teman yang jago menawar. Dengan begitu anda bisa menghemat sejumlah uang walau tidak terlalu besar jumlahnya, dan uang itu bisa dialokasikan untuk keperluan yang lain.
5. Jangan lupa bawa daftar belanja anda. Dan biasakan untuk tidak membeli apapun yang tidak ada dalam daftar tersebut.
6. Jangan pergi belanja dalam keadaan lapar. Itu akan membuat anda jadi boros membeli makanan yang harganya bisa relatif mahal. Kalau bisa makan dulu di rumah sebelum pergi, itu akan jauh lebih baik. Kecuali memang niat makan diluar....
7. Jangan belanja dalam keadaan bingung, sedih atau sedang dalam masalah lain. Terutama pada wanita, belanja dalam keadaan seperti ini akan membuat anda lapar mata dan akhirnya membeli sesuatu yang sama sekali tidak perlu.
8. Belanjalah sendirian. Bawa pasangan atau anak
ketika belanja akan membuat anda ‘tergoda' untuk membeli sesuatu untuk mereka. Tinggalkan saja mereka dirumah.
9. Jangan langsung buang bukti pembayaran. Anda bisa baca ulang bukti itu untuk menjadi bahan perhitungan dan ‘perenungan'. Dan siapa tahu barang yang anda beli rusak, anda bisa mengembalikannya dengan membawa bukti itu.
10. Jangan malu cari barang tertentu di toko barang bekas atau garage sale. Jika pandai memilih, anda bisa menghemat sejumlah uang untuk barang yang masih berkualitas baik.
Met belanja!
MENGENAL POS-POS PENGELUARAN YANG BESAR
Meski tidak pernah diinginkan terjadi dalam keuangan keluarga ataupun perusahaan, defisit itu seringkali tidak bisa dihindari. Bahkan uniknya, seringkali defisit terjadi berulang-ulang dan dari bulan ke bulan tanpa bisa dihentikan. Defisit adalah suatu kondisi di mana pengeluaran keluarga Anda lebih besar daripada pemasukan.
Karena itu, bila pemasukan Anda adalah Rp 2 juta per bulan, maka akan lebih baik bila pengeluaran Anda lebih kecil daripada Rp 2 juta. Karena bila pengeluaran Anda lebih dari Rp 2 juta (terjadi defisit), maka selisihnya mungkin harus Anda ambil dari simpanan yang Anda miliki, entah dari tabungan, deposito atau simpanan yang lain. Bila yang terjadi pengeluaran Anda terus menerus melebihi pemasukan Anda tiap bulan, jelas: simpanan Anda akan berkurang terus sehingga lama kelamaan akan habis.
Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk bisa mengatur pengeluaran agar tetap lebih rendah dari pemasukan. Dengan demikian, simpanan Anda tidak akan berkurang, bahkan sebaliknya: Anda jadi bisa menabung dan simpanan Anda akan terus bertambah. Gambarannya seperti di bawah ini:
Pemasukan Rp 1.000
Pengeluaran Rp 900
--------------------
Selisih Rp 100
Jadi, kalau dilihat dari sisi pengeluaran, semakin rendah pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan, maka akan semakin besar pula selisih uang yang akan Anda miliki, sehingga makin besar pula jumlah uang yang bisa Anda tabung.
Masalah yang sering muncul disini adalah bahwa tidak semua orang bisa dengan cukup mudah menekan pengeluarannya. Ini terutama lebih terasa bila seseorang sudah berkeluarga. Sebuah keluarga seringkali memiliki pengeluaran yang cukup besar setiap bulannya sehingga tidak ada uang yang bisa ditabung.
Yang tidak disadari, seringkali pengeluaran yang besar tersebut terjadi karena banyaknya pos-pos pengeluaran yang jumlahnya berlebihan. Berdasarkan pengalaman saya dalam memberikan Konsultasi Keuangan Lisan kepada klien, ada beberapa pos pengeluaran yang seringkali memiliki jumlah yang terlalu besar. Inilah mereka.
- TAGIHAN TELEPON
Tagihan telepon termasuk pos yang sering membengkak karena seringkali telepon dipakai untuk hal-hal yang tidak produktif. Jangankan ABG atau remaja, orang dewasa saja cukup sering menggunakan telepon hanya untuk ngobrol yang tidak tentu arah hingga berjam-jam lamanya. Belum lagi bila kebiasaan itu dilakukan hampir setiap hari. Kalau masih lokal sih tidak apa-apa. Tapi terkadang seringkali dilakukan dari telepon rumah ke ponsel yang dihitung sebagai interlokal.
Penyebab lain yang bisa membuat tagihan telepon bengkak adalah seringnya penggunaan JAPATI. Buat Anda yang belum tahu, JAPATI adalah singkatan dari Jasa Pintar Teknologi Informasi, sebuah jasa layanan hiburan melalui telepon. Banyak orang tertarik menggunakan jasa ini karena kentalnya unsur hiburan dan kadang-kadang adanya hadiah. Tarif penggunaan Japati yang nomornya biasa dimulai dengan angka 0800, 0805, 0807 dan 0809 ini bisa berkisar sebesar Rp 1.500 Rp 3.300 per menit. Dengan pengenaan tarif seperti itu, wajar bila tarif telepon bisa membengkak tidak karuan.
Apa lagi? Internet. Internet adalah salah satu penyebab yang juga bisa membuat Tagihan Telepon Anda menjadi bengkak. Umumnya, penggunaan internet bisa dibagi menjadi beberapa tujuan. Yang pertama adalah untuk penggunaan e-mail (surat elektronik). Yang kedua adalah untuk penggunaan web-browsing (pencarian situs). Sedangkan yang ketiga adalah untuk chatting (bercakap-cakap). Dari ketiganya, biasanya yang terakhirlah (chatting) yang paling berpotensi menggendutkan tagihan telepon Anda. Barulah disusul web-browsing, dan - yang paling tidak membuat Tagihan Telepon Anda bengkak - adalah untuk penggunaan e-mail.
- BUSANA DAN AKSESORINYA
Selain telepon, pengeluaran besar berikutnya yang sering terjadi adalah pengeluaran untuk membeli busana dan aksesoris. Yang dimaksud adalah barang-barang penutup dan penghias tubuh. Contohnya seperti baju, celana, ikat pinggang, jam tangan, kaus kaki, sepatu, atau tas. Kadang-kadang, masih ditambah dengan jas atau blazer, kemudian jaket, denim atau cardigan.
Kita tidak bisa menutup mata bahwa kadang-kadang gengsi memegang peranan penting dalam pembelian busana dan aksesori. Banyak orang yang karena gengsi membeli busana dan aksesori karena merek yang cukup terkenal. Padahal banyak merek lain yang tidak kalah bagus yang bisa dibeli dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, adanya keinginan seseorang untuk tampil rapi, necis, sering membuat orang membeli busana dan aksesori secara berlebihan dalam hal kuantitas. Padahal, belum tentu busana dan aksesoris tersebut akan selalu dipakai. Saya ingat bahwa saya pernah karena lapar mata - membeli sebuah tas yang harganya cukup mahal, yang ternyata hanya saya pakai beberapa kali saja, sebelum akhirnya tas itu teronggok dengan manisnya di kamar tidur saya dan tak pernah dipakai lagi.
- BARANG-BARANG ELEKTRONIK
Pembelian barang-barang elektronik kadang-kadang juga bisa menghabiskan biaya yang cukup besar. Bukan karena tingginya harga barang tersebut, tetapi karena sering pembeliannya dilakukan berulang, padahal barang itu sudah ada sebelumnya di rumah. Dari pengalaman saya selama ini dalam menghadapi klien, barang yang pembeliannya sering dilakukan berulang adalah stereo set/radio-tape dan telepon seluler.
Penyebab utama seringnya barang-barang elektronik dibeli secara berulang adalah karena gencarnya iklan. Banyaknya iklan ponsel yang di media massa misalnya, sering membuat orang membeli ponsel sampai beberapa kali. Sampai-sampai tidak jarang kita melihat ada orang yang punya dua atau tiga ponsel sekaligus, padahal belum tentu keberadaan ponsel tersebut dia butuhkan semuanya. Hal yang sama juga terjadi pada radio-tape.
- HADIAH DAN SUMBANGAN
Tidak bisa dipungkiri, terkadang pengeluaran untuk pemberian hadiah atau sumbangan seringkali sangat besar. Untuk hadiah misalnya, kita seringkali memberikan baju, celana, atau sepatu baru kepada anak atau keponakan. Belum lagi bila Anda datang ke sebuah undangan pernikahan. Coba hitung, berapa kali dalam sebulan Anda datang ke sebuah kondangan? Anda tentunya akan memberikan amplop kepada si pengantin baru. Itu baru undangan kawin. Bagaimana dengan acara ulang tahun? Berapa kali dalam sebulan ada teman Anda yang berulang tahun? Bila teman Anda berulang tahun dan mentraktir Anda makan, maka Anda mungkin akan merasa tidak enak kalau tidak memberikannya hadiah. Bagaimana dengan kelahiran anak? Siapa teman Anda yang akan melahirkan bulan ini? Siapa teman Anda yang akan melahirkan bulan depan? Anda mungkin akan membelikan kado juga buat si anak yang baru saja lahir.
Nah, mudah-mudahan setelah mengetahui pos-pos pengeluaran apa saja dalam keluarga yang seringkali membengkak tak terduga, Anda bisa mendeteksi dan menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik.
DEFISIT,
SI SUMBER MASALAH
Dari pengalaman saya selama ini dalam melayani klien, saya bisa katakan bahwa defisit (pengeluaran lebih besar daripada pemasukan) adalah sumber dari hampir segala masalah keuangan. Kenapa? Sederhana sekali. Dengan adanya pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan, maka...
- Simpanan Anda akan dipakai untuk menutup defisit tersebutt, sehingga lama kelamaan simpanan Anda akan terus berkurang dan suatu saat habis. Dan bila simpanan Anda tersebut sudah habis, maka...
- Anda akan menjual harta benda Anda untuk menambah simpanan tunai Anda, sehingga lama kelamaan harta benda Anda juga akan habis dijual. Bila simpanan serta harta benda Anda juga sudah habis, maka...
- Anda akan pinjam uang dari sana-sini. Dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau simpanan uang Anda habis, harta benda Anda habis, dan Anda punya hutang disana-sini, maka akibat yang akan muncul adalah:
* Berkurangnya rasa aman karena tidak memiliki simpanan uang di dalam rekening
* Munculnya pertengkaran dengan pasangan Anda karena simpanan uang keluarga habis terpakai dan harta benda keluarga habis dijual
* Turunnya rasa percaya diri karena Anda harus seringkali pinjam uang ke sana-sini
* Munculnya perasaan malu karena didatangi oleh seorang debt collector yang ingin menagih hutang
Semua itu tentunya bisa menjadi pemicu dari segala macam masalah keluarga.
Jadi bisa dilihat bahwa masalah keuangan merupakan salah satu penyebab terbesar dari munculnya masalah-masalah keluarga. Dan semua itu, bila dirunut, penyebabnya ternyata hanya satu: karena pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan!
Kerja Di Rumah Saja
Lebih enak mana, kerja kantoran atau kerja di rumah saja? Tergantung! Kalau Anda jenis manusia yang tidak suka diatur-atur dan diperintah orang lain, kerja mandiri dari rumah jelas menjadi pilihan menarik.
Namun kerja di rumah harus butuh kedisiplinan tinggi dan tanggung jawab yang besar lho. Apalagi kalau Anda jenis orang yang gengsian, kerja di rumah seperti 'tidak serius dan sekadar selingan'. Untuk orang jenis ini, kerja dari rumah mungkin jadi prioritas ke sekian di antara beragam pilihan.
Mau tahu plus-minus kerja dari rumah? Berikut saya kutipkan sejumlah tips dari Ronni Eisenberg dan Kate Kelly, penulis Organize Your Home Office:
1. Hemat uang dan waktu. Tidak perlu sewa kantor yang mahal dan tak usah takut stress kena macet di jalan. Kecuali kalau harus bertemu klien, tentu.
2. Anda sang bos. Bisa enak memilih waktu kerja: siang, pagi, sore atau malam. Saat jenuh, boleh sekadar jalan-jalan sebentar tanpa takut kena omelan atasan.
3. Harus menguasai manajemen waktu dan penguasaan diri untuk mencapai sukses.
4. Kalau rumah tak cukup memadai sebagai tempat kerja, harus siap investasi membangun ruangan tambahan, berikut perlengkapan, mulai komputer, mesin faks hingga meja-kursi tamu.
5. Tidak kenal yang namanya gosip kantor.
6. Bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk anak dan pasangan.
7. Punya modal kuat: selain uang, mental juga harus disiapkan.
Karena kerja di rumah berarti harus siap memikul risiko sendiri, termasuk tak bisa menggaji diri sendiri saat tak ada job atau orderan.
Nah, bagaimana...masih betah jadi warga 'jam 9 ke jam 5' atau siap mandiri?
5 Kebiasaan Keuangan Yang Baik
Lima kebiasaan ini akan membuat hidup Anda lebih mudah dan menyenangkan.
1. Hitung-hitung budget
Jujur kita tidak terlalu suka memikirkan soal budget, kan? "Susah" atau "tidak pernah berhasil", itulah alasan yang kita lontarkan. Suka atau tidak, budget alias anggaran adalah alat penting untuk mengontrol keuangan. Anda bisa melihat seberapa banyak uang yang Anda punya, ke mana "perginya", dan seberapa besar yang tersisa.
Saran: Menurut financial planner dan direktur Women's Financial Network, Susan Jackson, agar kata budget terasa lebih positif ganti saja dengan money planning, spending plan atau cash control. Seperti yang ia tulis dalam bukunya Why Saving Is Like Dieting and Budgets Don't Work, kata budget memang mirip dengan kata diet. Nah, cobalah lebih realistis. Jangan lakukan perubahan total. Lakukan bertahap saja. Yang penting adalah disiplin mematuhi anggaran. ltu sebabnya, mungkin Anda perlu selalu membawa notes atau catatan kecil berisi daftar belanjaan dalam tas. Jika ternyata pengeluaran Anda masih melebihi budget, jangan menghukum diri terlalu keras. lngat, perubahan takkan terjadi hanya satu malam.
2. Dari yang kecil
Memang tak bisa disangkal, biaya hidup sekarang mahal. Namun, sebenarnya Anda tetap punya kemampuan untuk menabung. Bayangkan saat ini Anda harus menabung Rp200.000. Mungkin Anda akan beralasan tak ada dana karena harus membayar ini-itu. Namun, ketika seorang teman lama menelepon clan mengajak Anda bertemu di sebuah restoran,tiba-tiba saja Anda memiliki uang Rp200.000 untuk pergi.
Saran: "Lebih baik Anda mulai menabung dengan sedikit uang ketimbang menunggu sampai uang terkumpul banyak tapi malah tak pernah memulainya (karena uang tidak kumpul-kumpul)," saran Susan. Hanya 10% dari penghasilan saja kok minimal yang harus Anda tabung. Jika masih sulit juga, coba saja cara lama yaitu menggunakan celengan (tapi jangan celengan bergembok dan berkunci, ya :p). Anda bisa menyelipkan Rp100.000 setiap gajian ke dalam celengan atau memasukkan koin Rp500 setiap hari hasil kembalian bus atau belanja di supermarket. Jangan lupa untuk selalu menaikkan uang tabungan, jika gaji Anda naik atau cicilan KTA lunas.
3. Lupakan kartu kredit
Membayar tagihan lebih dari pembayaran minimum sebaiknya menjadi langkah awal untuk meninggalkan ketergantungan Anda pada kartu kredit. Anda pasti tahu pembayaran minimum tak akan menghapus utang di kartu kredit Anda yang terus berbunga di atas bunga. Nah, di sinilah Anda akan menyadari perlunya Anda membuat budget. Anda bisa melihat besar dana yang tersisa dan mungkin bisa menggunakannya untuk membayar utang. lni bisa mempercepat pelunasan utang tersebut.
Saran: Alternatif lain adalah memanfaatkan program transfer balance dari kartu kredit lain yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu 6 bulan, misalnya. Namun, menurut Brouwer dari Outlook Financial Solutions, kunci utama terbebas dari utang adalah mengubah kebiasaan penggunaan kartu kredit. Anda bisa mulai dengan meninggalkan kartu kredit di rumah atau tak menunda pembayaran tagihan. Mau sedikit ekstrim? Mintalah pengurangan limit kartu kredit, misalnya hanya dua kali lipat dari gaji Anda. Dengan cara ini, Anda akan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan bukan untuk kebutuhan konsumtif.
4. Belajar investasi
Nah, setelah urusan utang beres, kini Anda akan punya uang lebih untuk memulai investasi. Sebenarnya sih,dengan hanya Rp 100.000, Anda sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok untuk Anda?
Saran: Anda bisa menilai diri Anda lewat kuis yang termuat di buku-buku investasi atau meminta bantuan jasa financial planner, tipe investor yang manakah Anda? Konservatif, moderat atau agresif? Memang Anda akan dikenakan biaya saat berkonsultasi. Namun, jika mempertimbangkan situasinya, Anda tetap mendapat keuntungan kok, yaitu saran dari profesional.
5. Jangan lupa proteksi
Ok, di tahap ini Anda pasti sudah berhasil memiliki sejumlah dana di tabungan dan investasi. Namun, semua itu tak ada artinya jika tiba-tiba Anda divonis menderita penyakit berat. Uang tabungan dan investasi bisa habis untuk biaya pengobatan.
Saran: Penyakit yang kian banyak akibat gaya hidup kurang sehat, membuat kita mau tak mau harus memiliki asuransi kesehatan. Terutama buat Anda yang biaya kesehatannya ditanggung sebagian atau tidak ditanggung sama sekali oleh perusahaan. So, dengan menyisihkan uang sedikit untuk proteksi, Anda bisa mengambil manfaatnya di kemudian hari.
Masa depan dimulai hari ini
Mungkin Anda pikir, terlalu dini untuk memikirkan soal pensiun. Survei Newpoll pada tahun 2004 menemukan 56% pekerja terpaksa menunda rencana pensiun karena tak mempersiapkan dana hari tua. Nah, tak ada salahnya Anda mulai berpikir soal rencana keuangan hari depan. Mungkin saja Anda berniat pensiun dini dan tak ingin gaya hidup berkurang. Itulah pentingnya menyusun strategi keuangan sejak sekarang.
MENYADARI PENGELUARAN YANG TIDAK WAJIB
Posted On : 05-07-2007
View : 1867 times
Saya pernah bertemu sepasang suami-istri yang berada pada masa-masa awal perkawinannya. Namanya, sebut saja Yanto dan Lilis. Mereka berdua datang kepada saya sekitar Juni 2000, di mana keduanya berusia sekitar 29 tahun. Belum punya anak, karena mereka berdua masih ingin menundanya sampai sekitar dua-tiga tahun lagi.
Mereka datang kepada saya dengan membawa masalah. Keduanya sama-sama bekerja, dengan penghasilan total sekitar Rp 2 juta per bulan. Total keduanya. Tapi pengeluaran mereka per bulan sekitar Rp 2 juta sampai 2,3 juta. Ini berarti, mereka terkadang juga mengalami defisit, dan defisit itu selalu diambil dari tabungan mereka, sehingga kalau dibiarkan terus, tabungan mereka akan terus menyusut sampai akhirnya habis sama sekali.
Sementara dari pengeluaran tadi tak ada sedikit pun yang ditabungkan. Karena itu, mereka datang kepada saya dengan harapan bahwa saya bisa memecahkan masalah mereka, sehingga tabungan mereka tidak akan habis hanya untuk menutupi defisit bulanan.
Saya menyebut ini sebagai Konsultasi Anggaran. Kami duduk bertiga di sebuah meja bundar, dan saya mulai mengamati catatan pemasukan dan pengeluarannya. Saya menyadari bahwa pada umur-umur seperti ini di mana keadaan keuangan mereka belum baik, mereka harus melakukan sejumlah penekanan pada pengeluaran mereka.
"Kita harus menekan pengeluaran-pengeluaran ini." Kata saya sambil menunjuk pada kertas yang berisi pengeluaran-pengeluaran mereka.
"Ya... kami setuju," kata Yanto. Ia menoleh pada Lilis istrinya. "Kami memang harus menekan pengeluaran-pengeluaran kami. Makanya kita datang kepada Anda, Pak Safir."
Saya melihat pada catatan pengeluaran mereka. Di situ ada 25 pos pengeluaran yang mereka lakukan tiap bulan, hanya untuk biaya hidup saja. Di luar cicilan hutang dan premi asuransi.
Saya mulai menunjuk pada salah satu pos pengeluaran.
"Coret ini..." kata saya. Iuran langganan teve kabel, Rp 145 ribu sebulan.
Lilis membelalakkan matanya. "Lo, nanti kita enggak nonton apa-apa dong..."
Saya mendekatkan kepala saya. "Ada lima stasiun teve Indonesia yang bisa Anda tonton Mbak Lilis," kata saya sambil menyebutkan kelima stasiun yang pasti sudah Anda tahu juga. "Anda masih bisa tetap nonton teve meskipun Anda tidak berlangganan lagi teve kabel." Apalagi jumlah stasiun teve juga masih akan terus bertambah.
Konsultasi anggaran memang tidak selalu disukai oleh klien saya. Ini karena kadang-kadang mereka harus menekan pengeluaran-pengeluaran bulanan yang mungkin "berat" untuk ditekan. Tapi untuk menekan defisit mereka, memang harus ada yang dikorbankan.
Lilis masih kelihatan keberatan. Saya menatapnya lekat-lekat. "Anda masih mau defisit atau tidak?"
Lilis tidak bisa menjawab apa-apa. Ia hanya menoleh pada suaminya seperti meminta "pertolongan" dan berharap suaminya ikut bicara. Tapi Yanto hanya merangkul Lilis dan tersenyum kecil sambil berkata pelan, "Enggak apa apa..." Dia bisa mengerti bahwa memang itulah pengorbanan yang harus mereka lakukan untuk sementara.
Saya berkata lagi, "TV kabel itu enggak wajib. Anda berdua mungkin tahu tapi tidak menyadarinya. Malah -- maaf kalau saya harus terus terang -- kebanyakan pengeluaran-pengeluaran kita sebagai manusia sebetulnya enggak perlu dan enggak wajib."
"O ya?" Yanto terheran. Ia menoleh ke kertas catatan pengeluarannya.
"Ya," kata saya. "Lihat ini..." saya mulai menunjuk.
"Keanggotaan fitness. Enggak wajib!"
Saya menunjuk lagi ke pos di bawahnya. "Hiburan, enggak wajib..."
Sebelum saya meneruskan, Lilis memotong, "Lo, bagaimana kita bisa hidup kalau itu semua harus dihilangkan?"
"Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus menghilangkan semua pengeluaran yang tidak wajib ini. Yang saya maksud, ada pos-pos yang memang wajib Anda bayar, dan jumlah yang harus Anda bayar memang sudah wajib sebesar itu. Tapi ada pos-pos lain yang memang sifatnya tidak wajib, di mana pada pos-pos ini Anda leluasa untuk menekan jumlah pengeluaran Anda. Tidak perlu dihilangkan kalau memang Anda tidak mau."
Mereka kelihatan mulai mengerti. Malah sebetulnya, Anda - pembaca - boleh percaya boleh tidak, bahwa banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang kita lakukan sebetulnya sifatnya tidak wajib, sehingga Anda bisa leluasa menekan jumlah pengeluarannya. Sebut saja: Fitness? Rekreasi? Nonton? Semua itu tidak wajib. Paling tidak dari sekali seminggu, bisa Anda kurangi menjadi sekali dalam dua minggu atau sekali sebulan.
Telepon? Enggak wajib. Kurangi bicara yang tidak perlu di telepon. Selain menghabiskan energi, juga menghabiskan biaya.
Makanan? Enggak wajib. Ada banyak bahan makanan yang sebaiknya Anda beli, tapi ada juga bahan makanan yang bisa Anda belakangkan prioritasnya. Biskuit misalnya.
Baju? Enggak wajib. Baju memang penting, tapi Anda mungkin bisa menekan jumlah rupiah yang Anda keluarkan untuk baju kalau memang pengeluaran Anda untuk baju terasa besar. Kalau biasanya beli baju baru sebulan sekali, sekarang coba dijadikan dua bulan sekali.
Mudah-mudahan Anda mengerti maksud saya bahwa hampir semua pengeluaran yang Anda lakukan sifatnya adalah tidak wajib. Sekali lagi, tidak wajib di sini adalah bahwa jumlah uang yang Anda keluarkan sebetulnya tidak harus sebesar sekarang. Anda bisa menekannya kalau Anda mau, terutama apabila Anda selalu mengalami defisit setiap bulan. Anda bisa kalau Anda mau.
Jangan merasa tertekan atau terjebak dengan tulisan saya kali ini. Di lain pihak, memang ada banyak pengeluaran dalam hidup Anda yang tidak bisa Anda ubah dengan mudah atau dengan cepat. Sebagai contoh, kalau Anda membeli kendaraan seperti mobil atau motor, Anda pasti akan dengan rutin mengeluarkan biaya untuk perawatannya, di mana jumlahnya tidak selalu bisa Anda tekan.
Anda bisa mengendalikan pengeluaran-pengeluaran yang tidak wajib itu kalau Anda mau. Hanya saja Anda mungkin belum menyadarinya karena Anda sudah terlalu lama mengeluarkan jumlah uang yang sama untuk membayar pengeluaran-pengeluaran tersebut.
Prinsipnya, bila pengeluaran Anda setiap bulannya selalu lebih besar daripada pemasukan Anda (defisit), hal itu biasanya terjadi bukan karena kecilnya penghasilan Anda, tapi karena sikap Anda sendiri. Dan sikap itulah yang harus berubah terlebih dahulu kalau Anda ingin menghilangkan defisit Anda setiap bulan.
Kalau sikap Anda tidak berubah, maka seberapa pun besarnya penghasilan Anda nantinya, Anda tetap saja akan mengalami defisit. Sampai kapan pun. (Oleh: Safir Senduk, dikutip dari Tabloid NOVA No. 656/XIII)
Hai pemalas, pergilah kapada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring?
kapankah engkau bangun dari tidurmu?
"TIDUR SEBENTAR LAGI, MENGANTUK SEBENTAR LAGI, MELIPAT TANGAN SEBENTAR LAGI UNTUK TINGGAL BERBARING...
MAKA DATANGLAH KEMISKINAN KEPADAMU SEPERTI SEORANG PENYERBU DAN KEKURANGAN SEPERTI SEORANG BERSENJATA"
Pak, saya Wibisono dari Surabaya. Saya mau menanyakan hubungan bersedekah dengan peruntungan dalam berbisnis. Banyak sekali saran yang saya baca dibuku2 maupun masukan dari rekan2, bahwa dalam berbisnis, sebaiknya kita juga jangan lupa untuk mengalokasikan sebagian keuntungan usaha kita untuk bersedekah. Awalnya saya ragu, namun saya coba juga. Saya ambil kurang lebih 10% dari kentungan bisnis saya untuk sedekah. namun setelah melakukannya selama beberapa waktu, bisnis saya kok tetap tidak berkembang. Bahkan bangkrut. Kira2 apa ada yang salah ya pak? Terima kasih atas masukannya.
Tindakannya sudah benar, yang salah adalah motivasinya pak...
kalau bapak mengatakan bapak memberi 10 % dari penghasilan untuk bersedekah, supaya Tuhan memberkati usaha bapak, bapak sudah melakukan 2 kesalahan..
- yang bapak lakukan adalah mencoba "menyogok" Tuhan supaya Tuhan memberi lebih banyak.. mental ini sama dengan kita menyogok bagian pembelian suatu perusahaan supaya perusahaan itu tetap menjadi klien kita...
- Bapak belum berterima kasih atas Rahmat yang sudah Tuhan beri kepada bapak,
memang fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa dengan orang memberi kepada Tuhan maka dia akan mendapat berkali2 lipat lebih banyak, tetapi kasus seperti ini tidak bisa dijadikan generalisasi kepada semua orang, kadang2 Tuhan mau memberi kepada orang A pada waktu di bersedekah, kadang2 pada orang B Dia tidak beri, itu bukan berarti Dia tidak adil, tetapi itulah yang terbaik, untuk A maupun B