Pak, saya Wibisono dari Surabaya. Saya mau menanyakan hubungan bersedekah dengan peruntungan dalam berbisnis. Banyak sekali saran yang saya baca dibuku2 maupun masukan dari rekan2, bahwa dalam berbisnis, sebaiknya kita juga jangan lupa untuk mengalokasikan sebagian keuntungan usaha kita untuk bersedekah. Awalnya saya ragu, namun saya coba juga. Saya ambil kurang lebih 10% dari kentungan bisnis saya untuk sedekah. namun setelah melakukannya selama beberapa waktu, bisnis saya kok tetap tidak berkembang. Bahkan bangkrut. Kira2 apa ada yang salah ya pak? Terima kasih atas masukannya.



Tindakannya sudah benar, yang salah adalah motivasinya pak...
kalau bapak mengatakan bapak memberi 10 % dari penghasilan untuk bersedekah, supaya Tuhan memberkati usaha bapak, bapak sudah melakukan 2 kesalahan..


  1. yang bapak lakukan adalah mencoba "menyogok" Tuhan supaya Tuhan memberi lebih banyak.. mental ini sama dengan kita menyogok bagian pembelian suatu perusahaan supaya perusahaan itu tetap menjadi klien kita...
  2. Bapak belum berterima kasih atas Rahmat yang sudah Tuhan beri kepada bapak,
jadi menurut saya, sikap yang tepat dalam memberi adalah sadar bahwa sudah diberi, dan menyisihkan sebagian sebagai respon untuk ucapan syukur.. jadi waktu kita memberi, kita disertai dengan rasa syukur, bukannya memberi untuk diberi lebih banyak lagi.. pemberian dengan maksud seperti ini adalah pemberian yang tidak tulus dan tidak ada nilainya sama sekali di hadapan Tuhan.

memang fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa dengan orang memberi kepada Tuhan maka dia akan mendapat berkali2 lipat lebih banyak, tetapi kasus seperti ini tidak bisa dijadikan generalisasi kepada semua orang, kadang2 Tuhan mau memberi kepada orang A pada waktu di bersedekah, kadang2 pada orang B Dia tidak beri, itu bukan berarti Dia tidak adil, tetapi itulah yang terbaik, untuk A maupun B