Dalam dunia investasi, ada dikenal yg namanya produk "derivatif", atau yg bahasa sehari-harinya bisa dikatakan sebagai "turunan". Contohnya Credit Default Swap (CDS) adalah produk "turunan" dari Obligasi. Dalam hal ini, saya sering menyebut Obligasi sebagai produk "induk". Lalu pertanyaannya adalah options itu "turunan" dari apa? Apa produk "induk"-nya?
Options itu sendiri merupakan instrumen yg sangat "umum" dan bisa ditemui di berbagai bidang, shg produk "induk"-nya pun bermacam-macam. Contohnya saja, ada options utk komoditas, ada options utk properti, ada options utk saham. Secara umum, options-options ini mempunyai karakteristik yg sama, tetapi utk bahasan kali ini, kita akan fokuskan kepada options utk saham.
Yang pertama-tama harus kita ketahui adalah bahwa ada dua jenis options, yaitu option CALL dan option PUT.
Option CALL adalah suatu kontrak antara penjual options dan pembeli options, yg memberikan kepada si pembeli options HAK utk MEMBELI saham X dari si penjual option dengan harga Y selama jangka waktu tertentu. Secara kasar, harga CALL options akan bergerak searah dengan harga saham X tersebut (jika saham X naik, harga CALL optionsnya juga cenderung akan naik).
Option PUT adalah suatu kontrak antara penjual options dan pembeli options, yg memberikan kepada si pembeli options HAK utk MENJUAL saham X kepada si penjual option dengan harga Y selama jangka waktu tertentu. Secara kasar, harga PUT options akan bergerak berlawanan arah dengan harga saham X (jika saham X turun, harga PUT optionsnya akan cenderung naik)
Beberapa hal yg perlu diketahui/diingat di sini:
* Harga Y di atas, umumnya disebut sebagai Strike Price. Harga option itu sendiri disebut Option Price.
* Sang pembeli options hanya diberikan HAK dan TIDAK terikat KEWAJIBAN apapun.
* Options hanya berlaku utk masa jangka waktu tertentu. Setelah masa itu lewat, options tersebut dikatakan Expired/Kadaluarsa.
* Pembeli option bukanlah pemilik saham, dia baru akan menjadi pemilik saham bila hak yg terkait dgn option itu digunakan (istilahnya :Exercised). Oleh karena itu, dia tidak akan menikmati "hak-hak" pemegang saham, spt dividen, hak suara, dll.
* Utk bursa saham amerika, 1 unit options memberikan hak utk membeli/menjual (tergantung tipe option call/put) saham sebanyak 100 lembar.
-------
Sekarang mari kita lihat ilustrasi sederhana "cara kerja" option :
Misalkan harga saham Google saat ini adalah $500. Di bursa, ditawarkan Call Options utk saham GOOG (Google), dengan detail : GOOG Jan 209 CALL 500. Artinya, pembeli options tersebut memiliki HAK utk membeli saham Google dari sang penjual options, dengan strike price (harga) $500/lembar saham GOOG. HAK ini berlaku hingga bulan Januari 2009 (utk bursa saham Amerika, expiry adalah hari Jum'at ke-3 utk bulan itu).
Anggaplah misalnya harga CALL option di atas adalah $20 dan kita membeli 1 unit option itu, artinya uang yg kita keluarkan adalah 100x$20=$2000.
Misalkan saja 1 bulan setelah kita beli, harga saham Google naik hingga ke $700. Padahal options yg kita miliki itu memberikan kepada kita hak utk membeli saham GOOG seharga $500. Saat itu kita ada pilihan :
Menjual option tersebut kepada orang lain. Di saat itu, harga option tersebut akan sudah naik jauh, misalnya saja sudah menjadi $220. Maka 1 unit option itu bisa kita jual dengan harga $220x100=$22000, dan kita mendapatkan keuntungan sebesar $22000-$2000=$20000
Menggunakan hak itu (exercise the option) dan membeli saham GOOG sebanyak 100 lembar dgn harga $500/lbr, dan langsung kita jual di pasar seharga $700/lbr sehingga kita menikmati keuntungan sebesar $20.000 minus $2000 (modal kita), alias kita mendapat keuntungan sebesar $18.000. (NOTE: Pilihan ini biasanya tidak akan dipakai karena jika option kita exercise sebelum jatuh tempo, maka nilai Time Value dari option tersebut akan "hangus". Ini akan saya jelaskan di kemudian hari dalam artikel yg lengkap ttg options)
Tentu saja skenario di atas akan berbeda jika misalnya sampai dengan Januari 2009, harga saham GOOG malah di bawah $500, misalnya $400. Jika itu terjadi options yg kita miliki itu tidak akan ada nilainya sama sekali. (Tidak ada orang waras yg mau membeli saham itu dengan harga $500, padahal harga pasaran hanya $400). Dengan demikian uang $2000 kita yg kita gunakan utk membeli options tersebut hilang sama sekali.
-------
Jika kita analisa karakteristik dari Instrumen options, maka sebenarnya options kurang pantas disebut sebagai investasi. Ada beberapa alasan yg menyebabkan option saham kurang layak disebut "investasi" :
Alasan yg paling utama adalah, bahwa investasi (spt yg diajarkan Graham) bukanlah membeli selembar sertifikat saham, melainkan kita membeli bisnis/usaha yang ada di belakang saham itu. Orang yg membeli selembar saham, berharap agar saham itu segera naik dan lalu setelah naik segera dijual. Orang yg membeli bisnis (Investor), ingin ikut menjadi pemilik bisnis itu yg menurut dia adalah bisnis yg bagus.
Karakteristik dari options itu sendiri mengarah ke praktek "membeli selembar saham" dan bukan kepada "membeli bisnis" di belakang saham itu. Seorang pembeli option CALL misalnya, berharap bahwa harga saham itu segera naik sehingga harga optionnya juga akan naik agar dia bisa menjual kembali options itu dan mendapat untung.
Alasan yg kedua, adalah bahwa investasi itu bersifat Long Term. Graham bahkan secara ekstrim mengatakan bahwa bahkan jika bursa saham ditutup selamanya pun, seorang investor tidak akan merasa cemas sama sekali. Seperti kita lihat di atas, option hanya berlaku hingga waktu tertentu, setelah itu akan kadaluarsa. Options saham yg paling panjang masa jatuh temponya hanyalah 2-3 tahun, itu pun hanya ada utk saham-saham tertentu. Bayangkan bagaimana perasaan seorang pembeli options jika besok bursa saham ditutup, misalnya karena perang, 4 tahun saja....
(NOTE: Ada beberapa strategi options yg justru berharap harga sahamnya tidak bergerak, sehingga jika bursa saham ditutup misalnya, mungkin pelaku strategi ini malah akan senang Tetapi di sini kita berbicara ttg options secara umum saja).
Alasan yg ketiga, bahkan jika kita telah melakukan analisa yg mendalam sekalipun, dan kita yakin bahwa saham suatu perusahaan sudah terlalu murah (undervalued), kita tidak akan bisa tahu kapan Mr. Market akan kembali "waras" sehingga harga saham itu akan naik hingga ke tingkat yg "wajar". Bayangkan jika kita membeli options suatu perusahaan yg anda tahu persis harga sahamnya sudah sangat murah sekali. Tetapi Mr. Market tetap saja "tidak waras", dan justru setelah options kita kadaluarsa, harga saham baru melejit naik.
Intinya? Dengan analisa yg mendalam, kita mungkin bisa mengetahui bahwa saham suatu perusahaan terlalu murah dan karena itu kemungkinan besar di kemudian hari akan naik, tetapi bahkan jika analisa kita benar pun, kita tidak akan bisa tahu KAPAN harga saham itu akan naik. Dengan option, kita sebenarnya bespekulasi bahwa analisa kita akan terbukti benar sebelum option itu kadaluarsa.
-----------
Sebagai catatan tambahan, options itu sendiri sebenarnya bisa digunakan utk beberapa hal, misalnya sebagai semacam "asuransi" utk antisipasi jika harga saham yg telah kita miliki turun (dengan cara membeli PUT option), atau juga menambah "pendapatan" dari saham kita (dengan strategi Covered Call Writing). Tetapi, boleh dikatakan porsi terbesar dari transakasi options di bursa didominasi oleh aktifitas spekulasi para pelaku pasar, dimana sebagian besar dari mereka ini tidak sadar bahwa mereka itu berspekulasi dan bukan berinvestasi.
Terlepas dari pendapat saya diatas, jika memang tujuan kita adalah utk spekulasi, maka options ini merupakan pilihan yg cukup menarik karena memberikan kemungkinan utk mendapatkan tingkat keuntungan yg sangat besar. Tentunya harus diingat bahwa ini juga disertai dengan tingkat resiko yg sangat tinggi pula.
Investasi menjanjikan kaya pasti.. kalau option adalah spekulasi yang menjanjikan kaya cepat tetapi karena kaya cepat, maka resiko yang ditanggung juga besar, maka saya menyarankan anda yang belum bisa, "menyerahkan ke tangan profesional" sambil belajar demo account...
kami menyarankan anda join dengan kami karena bestinvesting bekerja sama dengan salah satu trader profesional akan manage account anda dan menjadikan anda lebih kaya...
Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .
"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana ?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana ?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman.."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya. "
Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanya annya lagi.
"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."
Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanya an dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke ¡Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman.
Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?
Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.
__________________
banyak orang kagum dengan investasi yang satu ini... katanya resikonya kecil... dan keuntungannya tidak terbatas....
Option.. instrumen investasi yang paling banyak seminarnya...
katanya paling aman...
seperti apa option itu?
baiklah sekarang saya akan jelaskan kepada rekan2 sekalian... :)
langkah demi langkah sampai rekan2 dapat gambaran besarnya sehingga rekan2 kurang lebih mengerti sedikit tentang apa itu option trading....
option = asuransi... asuransi saham...
apa maksudnya? kalau anda, sekaligus anda membeli optionnya maka kalau saham itu turun... maka option anda akan mengganti kerugian saham anda, kenapa? karena option adalah asuransi.... resikonya?
sebaliknya kalau saham itu baik2 saja maka anda akan kehilangan premi option anda(premi asuransi)
contoh di dunia nyata...
misalkan anda membeli rumah sekaligus asuransinya.. maka kalau rumah itu kebakaran... anda bisa mengklaim asiransinya... maka asuransi itu akan mengganti kerugian rumah anda.. sebaliknya kalau lewat masa berlakunya maka asuransi anda tidak terpakai dan anda akan kehilangan premi asuransi...
just like option
jadi option = asuransinya saham....
bila merasa kesepian
baiklah.. sekarang saya akan memberikan kiat hemat yang betul terasa manfaatnya...
dengan memakai penghemat BBM...
saya sendiri sudah pakai dan luar biasa, dulu, sebelum BBM naik, uang bensin saya sekitar 1,5 juta perbulan, sekarang setelah BM naik, uang bensin saya bukannya naik, malah menyusut menjadi sekitar 1,2 jt perbulan... apa rahasianya?
buka saja disini
di saat harga BBM melambung tinggi, hanya ada 2 solusi untuk hal ini menghemat, dan meningkatkan penghasilan..
meningkatkan penghasilan bisa dengan investasi, maupun usaha sampingan, saya sudah bahas ini sebelumnya. baiklah sekarang saya akan membahas tips dan trik menyetir yang hemat...
Di Majalah Auto Bild Edisi 132 ada 4 tips untuk menjadikan mobil yang kita naiki tetap hemat, dan semua tips ini tanpa menambah biaya alias 100% GRATIS!!
Gimana? Siap??
1. Memanaskan Mesin
Menjalankan mobil tanpa memanaskan sama sekali sama saja memboroskan BBM karena pembakaran belum ideal. Sebaliknya, memanaskan terlalu lama juga berarti membuang bensin sia-sia. Mobil-mobil modern hanya membutuhkan 30 detik sampai 1 menit sebelum dijalankan.
2. Menjaga Putaran Mesin
Kita semua tahu putaran mesin terlalu tinggi memboroskan BBM. Tapi tahukah anda, putaran yang terlalu rendah juga demikian. Paling ideal, saat berjalan normal selalu tempatkan putaran mesin antara 2000-3500 rpm. Di sinilah terdapat paduan konsumsi BBM dan tenaga optimal.
3. Engine Braking
Di pasaran sekarang, 99% mobil menggunakan sistem injeksi elektronik. Makanya cara penghematan ini paling tepat dilakukan. Biasakan melakukan engine braking saat memperlambat kendaraan. Caranya, lepas gas tanpa memasukkan gigi ke netral terlebih dulu. Cara ini akan menghentikan total suplai bensin ke mesin. Berbeda jika transmisi dimasukkan ke netral, bensin masih disuplai untuk menjaga mesin tetap hidup.
4. Menjaga Kecepatan Konstan
Pengereman dan akselerasi mendadak selalu membutuhkan energi besar. Dan di mobil, sumber energi utama adalah bahan bakar. Usahakan menyetir konstan tanpa menginjak gas atau rem mendadak. Membelokkan kemudi dengan lembut juga memberikan kontribusi penghematan BBM, ketimbang membanting setir mendadak yang akan menurunkan kecepatan secara drastis
Ingat teman-teman, dengan berhemat BBM maka kita juga mengurangi dampak dari Global Warming.
GO GREEN FRIENDS!!
Bersambung
Usaha Sendiri, Mengapa Tidak?
Pernahkah anda mendengar istilah "Be Your Own Boss"? Jika anda ingin membuka usaha sendiri, istilah ini sangat tepat. Namun tidaklah mudah memulai sebuah usaha, anda akan menghadapi berbagai kondisi yang tidak pernah dialami ketika anda menjadi seorang karyawan. Agar berhasil memulai usaha, cobalah melakukan beberapa hal berikut ini:
Anggap diri anda ahli
Jika anda ingin memulai usaha sendiri, contoh sebagai konsultan, anda harus berpikir bahwa anda adalah ahli di bidang yang anda geluti. Tidak ada klien yang akan membutuhkan keahlian anda jika anda tidak mempunyai sesuatu kan? Pastikan bahwa anda dapat menonjolkan potensi, usaha keras, dan terus belajar.
Seorang klien hanya memedulikan kemampuan anda. Mereka menginginkan anda bisa memberi jasa sesuai dana yang diminta, tepat waktu dan sesuai yang diinginkan. Sangatlah penting bagi klien untuk memahami proses kerja dan strategi anda sehingga mereka yakin andalah yang mereka butuhkan.
Tetap jalin networking anda
Di saat memulai usaha, sebaiknya anda mempunyai networking yang cukup luas. Seseorang pengusaha yang mengenal dan dikenal banyak orang, akan memberi kesan baik dan positif. Jika anda diundang ke suatu jamuan makan, gunakan kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan banyak orang, agar mendapat kenalan baru, dan jaga hubungan dengan kenalan lama agar tetap terjalin dengan baik.
Tunjukkan kekuatan anda
Orang-orang yang menjalankan usaha sendiri cenderung ingin mendapatkan bimbingan dan tentunya ide. Jika anda punya kesempatan menjadi pembicara dalam suatu seminar, menulis sebuah artikel, atau diminta menjadi penasehat dalam suatu event, jangan ragu! Berdasarkan pengalaman, jika anda menyampaikan sesuatu secara penuh keyakinan, maka orang cenderung ingin mendengarkan lebih banyak lagi.
Bersikap sebagai pemenang
Pemenang adalah orang yang cukup sukses di bidangnya dan bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Peluang bisnis bisa datang sewaktu-waktu. Bahkan saat minum kopi di kafe atau makan siang, anda bisa mengupayakan dan mencari peluang bisnis.
Tak perlu ragu
Sebagai orang yang memulai bisnis sendiri, pastinya anda khawatir apakah usaha anda akan berhasil atau tidak. Ketika anda masih menjadi pegawai, anda pasti hanya mengerjakan pekerjaan yang anda kuasai. Tetapi jika anda memulai bisnis sendiri, anda tidak bisa mengerjakan hal yang dikuasai saja, anda harus bisa mengembangkan diri dan menambah skill. Rasa cemas dan ragu pasti muncul, tapi anda harus mengatasinya demi kemajuan usaha.
Hargai bakat Anda
Anda mungkin bukan sarjana ekonomi, namun tak perlu merasa rendah diri. Jika anda memiliki keberanian untuk membuka usaha sendiri, itu dikarenakan anda memiliki sesuatu yang belum tentu dimiliki banyak orang. Jadi, hargai bakat anda.
Siap membuka usaha sendiri?
Potret Jiwa Para Jutawan
Mari melihat secara singkat sejumlah karakteristik para penabung hebat, tipikal seorang jutawan. Latihan ini bukan bertujuan untuk mengakumulasi kekayaan yang bisa disimpan di dunia ini, ini bertujuan untuk menemukan sejumlah teknik sukses yang diberikan orang lain yang seharusnya berguna bagi anda dalam meraih tujuan anda untuk menabung.
Tom Stanley dan William D. Danko menghabiskan lebih dari 20 tahun mewawancarai ribuan jutawan berkenaan dengan kebiasaan gaya hidup mereka dan kemudian menulis satu buku berjudul The Millionaire Next Door. Mereka mengusir mitos bahwa tipikal seorang jutawan adalah mereka yang mengendarai mobil mewah atau Rolls Royce, tinggal dalam villa berharga milyaran, memakai jam tangan Rolex dan mengenakan adi busana mahal. Tipikal jutawan dan milyarder lebih seperti mereka yang mau mengendarai mobil bekas keluaran General Motor, tinggal di rumah dengan harga rata-rata, mengenakan jam tangan biasa, dan membeli busana yang biasa saja - bahkan mungkin busana mereka telah kena diskon.
Karakteristik tunggal terbesar dari milyader perlihatkan adalah kehidupan dalam nilai-nilai mereka. Mereka adalah penabung yang hebat, bukan pembelanja yang hebat. Tipikal jutawan adalah sederhana dan menabung atau menginvestasikan sebagian besar pendapatannya. Secara rata-rata, tipikal jutawan menabung dan menginvestasikan 20% dari pengdapatan mereka, berlawanan dengan rata-rata orang (di Amerika) yang hanya menabung kurang dari 5% pendapatan mereka. Mereka bebas hutang dan tidak memiliki barang yang digadaikan atau bahkan hutang mobil.
Kebanyakan jutawan telah membuat keberuntungan mereka sendiri di generasi mereka - mereka bukan kaya karena menang lotere, memenangkan uang lewat game di TV. Banyak dari mereka adalah wiraswasta usaha kecil yang bekerja di "bisnis biasa-biasa saja" seperti penyemprot hama, kontraktor lantai bangunan atau bisnis las/pengelasan barang-barang logam. Kebanyakan jutawan bekerja 45 hingga 55 jam dalam seminggu. Hampir semua hanya menikah sekali dan tetap menikah. Kebanyakan jutawan tidak memiliki nilai akademis yang tinggi dan sepertinya mereka tidak tidak masuk hitungan untuk sukses sewaktu berada di SMA-nya. Hampir semua jutawan adalah diciptakan, tidak menerima warisan dan sedikit bantuan financial dari kerabatnya.
Tipikal milyarder dan jutawan menghabiskan banyak uang bagi pelayanan yang dapat menolong mereka merencanakan keuangan mereka lebih baik lagi seperti perencana perumahan, akuntan, dan pengacara yang punya spesialisasi melindungi bangunan dan kesehatan. Mereka juga berinvestasi di bidang pendidikan. Secara tipikal mereka memiliki broker, namun mereka membuat keputusan investasi sendiri. Tipikal milyarder dan jutawan juga meraih hasil sepanjang waktu melalui disiplin, kerja keras dan focus pada tujuan. Tipikal para jutawan juga tinggal di lingkungan tetangga dimana 75% penduduknya justru bukan orang kaya seperti mereka. Mereka pada prinsipnya bukan orang yang suka menyendiri.
Buku The Millionaire Next Door membuat satu point penting - dua orang dengan pendapatan yang sama, posisi dalam kehidupan yang serupa, tinggal berhadapan satu sama lain, namun dapat berbeda untuk kemampuan : yang pertama melakukan tiga kali pembayaran untuk kehilangan rumahnya, yang lainnya dapat mencukupi kehidupannya secara finasial yang cukup hingga 10 tahun atau lebih tanpa memiliki pendapatan sampingan. Perbedaan antara keduanya adalah cara mereka membelanjakan uang dan kebiasaan menabung.
Usaha Sendiri, Mengapa Tidak? Pernahkah anda mendengar istilah "Be Your Own Boss"? Jika anda ingin membuka usaha sendiri, istilah ini sangat tepat. Namun tidaklah mudah memulai sebuah usaha, anda akan menghadapi berbagai kondisi yang tidak pernah dialami ketika anda menjadi seorang karyawan. Agar berhasil memulai usaha, cobalah melakukan beberapa hal berikut ini:
Anggap diri anda ahli
Jika anda ingin memulai usaha sendiri, contoh sebagai konsultan, anda harus berpikir bahwa anda adalah ahli di bidang yang anda geluti. Tidak ada klien yang akan membutuhkan keahlian anda jika anda tidak mempunyai sesuatu kan? Pastikan bahwa anda dapat menonjolkan potensi, usaha keras, dan terus belajar.
Seorang klien hanya memedulikan kemampuan anda. Mereka menginginkan anda bisa memberi jasa sesuai dana yang diminta, tepat waktu dan sesuai yang diinginkan. Sangatlah penting bagi klien untuk memahami proses kerja dan strategi anda sehingga mereka yakin andalah yang mereka butuhkan.
Tetap jalin networking anda
Di saat memulai usaha, sebaiknya anda mempunyai networking yang cukup luas. Seseorang pengusaha yang mengenal dan dikenal banyak orang, akan memberi kesan baik dan positif. Jika anda diundang ke suatu jamuan makan, gunakan kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan banyak orang, agar mendapat kenalan baru, dan jaga hubungan dengan kenalan lama agar tetap terjalin dengan baik.
Tunjukkan kekuatan anda
Orang-orang yang menjalankan usaha sendiri cenderung ingin mendapatkan bimbingan dan tentunya ide. Jika anda punya kesempatan menjadi pembicara dalam suatu seminar, menulis sebuah artikel, atau diminta menjadi penasehat dalam suatu event, jangan ragu! Berdasarkan pengalaman, jika anda menyampaikan sesuatu secara penuh keyakinan, maka orang cenderung ingin mendengarkan lebih banyak lagi.
Bersikap sebagai pemenang
Pemenang adalah orang yang cukup sukses di bidangnya dan bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Peluang bisnis bisa datang sewaktu-waktu. Bahkan saat minum kopi di kafe atau makan siang, anda bisa mengupayakan dan mencari peluang bisnis.
Tak perlu ragu
Sebagai orang yang memulai bisnis sendiri, pastinya anda khawatir apakah usaha anda akan berhasil atau tidak. Ketika anda masih menjadi pegawai, anda pasti hanya mengerjakan pekerjaan yang anda kuasai. Tetapi jika anda memulai bisnis sendiri, anda tidak bisa mengerjakan hal yang dikuasai saja, anda harus bisa mengembangkan diri dan menambah skill. Rasa cemas dan ragu pasti muncul, tapi anda harus mengatasinya demi kemajuan usaha.
Hargai bakat Anda
Anda mungkin bukan sarjana ekonomi, namun tak perlu merasa rendah diri. Jika anda memiliki keberanian untuk membuka usaha sendiri, itu dikarenakan anda memiliki sesuatu yang belum tentu dimiliki banyak orang. Jadi, hargai bakat anda.
Siap membuka usaha sendiri?
Tidak Ada Alasan untuk Tidak Menabung Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat. Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung. Sebetulnya, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya. Apakah situasi seperti ini cukup akrab di telinga Anda? Atau, apakah Anda juga mengalaminya? Meningkatkan dan Menekan Ketika Anda mendapatkan gaji Anda pada tanggal 25, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk Anda tabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar. Bila Anda melakukan hal itu, maka Anda tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan Anda. Sebagai contoh, penghasilan Anda tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan. Bila Anda merasa jumlah itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu diantara tiga pilihan dibawah ini: 1. Meningkatkan pendapatan Anda. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tapi kembali menjadi Rp 1 juta. Kemana Menabung? Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di bank. Kelebihan tabungan adalah bahwa dana dalam tabungan bisa diambil kapan pun Anda inginkan. Kelemahan tabungan adalah bahwa pada saat ini, umumnya tabungan di bank hanya memberikan bunga yang kecil. Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar, katakan, Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja. Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti Reksa Dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi dimana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu. Jelas, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Kenapa tidak memulainya?
"Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan? Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus..."
"Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu..."
"Saya kan juga perlu beli ini dan itu..."
"Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang..."
Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?
Saya akan beberkan satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu membelanjakan dulu uang Anda sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu?
2. Menekan pengeluaran Anda. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu saja.
3. Melakukan keduanya, yakni meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda malah memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan!
Terserah Anda, mana dari ketiga cara tadi yang hendak Anda pilih. Yang paling penting, Anda harus membiasakan diri untuk menabung. Dalam hal ini, apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.